Baru kali ini bu satu hari bersama anak-anak? ke mana saja? bukannya ibu sudah berhenti bekerja? hehhee...judulnya emang iya banget membuat saya langsung empuk dibully. Seru satu hari bersama anak-anak? nah makin memposisikan untuk dibully lagi, emang biasanya bersama anak enggak seru ya, bu. Tutup mata tutup kuping, hari Senin kemarin adalah hari seru sekali bersama anak-anak, meskipun masih intip-intip whatsapp dan online.
Itulah Serunya
Hari Senin kata orang yang keluar rumah untuk bekerja, rasanya bera dan malas. Pun demikian ketika pagi hari, suami mengatakan, ini hari Senin, hari yang sibuk dan bekerja keras mencari uang. Boleh, cari yang barokah buat istrimu, biar dibelikan kosmetik Wardah White Secret, varian lainnya, ya bi.
Bangun terlalu siang, ketertaluan memang ya. Jadi, saya menyelesaikan
pekerjaan rumah yang terlihat saja, beres-beres rumah, menyapu dan mengepel. Dadah ke abi ketika berangkat bekerja, anak-anak dan saya sudah mandi. Setelah itu gelar
karpet cantik untuk Faiz dan Fira bermain.
Saya duduk di kursi dan mengetak ngetik sesuatu di laptop. Disuguhin secangkir air putih oleh Faiz, rasanya begimana coba? lalu saya ijinkan Faiz mengeluarkan satu container mainan trek dan teman-temannya. Fira? ikut mengobrak-abrik mainan Faiz dan di mana-mana mainan. Oke, mata saya mengawasi dan seringnya malah diajak main bareng sama Fira.
Rumah Berantakan...
Dulu, saya enggak banget...pinginnya main itu ya disatu tempat, di sini, di karpet khusus, sudah jangan masuk ke kamar dan gelar mainan di sana juga. Tapi...mulai dari kemarin kemarin dan kemarinnya lagi, saya mengijinkan.
Dulu, alasan saya tidak suka mainan diberantakan di mana saja, karena apa coba? takutnya yaah..namanya musibah enggak ngerti bagaimana? anak lagi lari-lari, nginjek mainan, bahannya dari plastik yang unyu...kepleset atau keinjek. Kan kasihan mainannya...gitu? hehehee ya kaki anaknya lah.
Dan hari ini, dinding rumah dan atap yang catnya sudah mulai berjatuhan...menjadi saksi. Saya biarkan mereka berkresi, apapun mainannya dikeluarkan, weslah. Faiz dengan sederetan truk, segerombolan dinosaurus dan box containernya dipakai sebagai mobil polisi, katanya. Fira, apalah gadis kecil itu, mainan masak-masakan sampai lemari peralatan memsak saya, diberantakin...Firanya melenggang jalan-jalan, ngusilin kakaknya.
Ikut Mainan dan...
Diajak memasak ayam betutu, diajak jadi pengendara yang kena tilang, jadi antara laptop dan ayam betutu, tilang dan urusan rumah tangga. Seru juga loh, bermaina bersama anak-anak, jadikan awet muda tanpa kosmetik, boooong banget, kan.
Menjelang tengah hari, saya mengajak Faiz untuk membuat sesuatu, saya merahasiakan nama resepnya. Kenapa? kalau gagal, enggak malu dong *ibu yang keren. Faiz membantu menyiapkan susu cair (susunya pakai lactogen bubuk Fira, supaya Fira ikutan makan), jadilaaaah crepes yang rada empuk, pancake jadinya. (Gagal bikin crepes *enggak malu, coba tadi bilang bikin crepes..bayangan anak pasti kering dan kreeees klo digigit)
Alhamdulillah anak-anak, mau memakan crepes a la #dapuruntuh. Acara bermain dan mengobrak-abrik tempat tidur dimulai lepas jam makan siang. Begini caranya jemuran kapan dijemur? kapan itu bekas masak crepes dicuci? tetep kalem sembari bilang...
Anak Malas Makan Sayur...
Putar otak ibunya, kan rumah sedang berantakan, cucian piring numpuk, jemuran belum dijemur, mata inginnya ngonline, badan pinginnya bobo...segarkan perut anak-anak dengan jus melon. Alhamdullah lagi, Faiz dan Fira menghabiskan jatah jus melonnya.
Ketambahan lagi kan cucian piring? rumah berantakan, masih kalem dan enggak ngomel-ngomel saya waktu yang lalu yang lalu banget, di mana rumah sudah kek kapal pecah, anak pada berantem gegara rebutan mainan. Saya...menerima dech, toh nanti akan reda dan selesai pertikaian antara F2. Saya cuma bilang,
"Iz, Fira itu adikmu, kamu senang enggak punya panggilan kakak? Kakak Faiz? enggak semua bisa memiliki panggilan kakak, loh" ada juga "Adikmu itu nanti yang akan menemani kamu, jagain dong, main bareng dan enggak apa-apa dipukul...kan Fira masih kecil.."
Sudah...biasanya Faiz yang perasa akan lumeeer, tapi beberapa menit...rame lagi dech, berantem lagi...apalagi waktu saya minta bareng-bareng beresin mainan. Ini kan mainan Fira! Fira dong yang beresin, lagian ngapain dia berantakin. Yes, tarik nafas...ingat-ingat, sama anak-anak itu seru, itu seru loh.
Setelah Fira Mandi, Selesai!
Sebelum ashar, Fira pup, saya mandikan, selesai, bobo. Pasti cape mengeksplorasi rumah dengan mainan tadi. Setelah itu, langsung dech, cuci piring, menjemur baju, membereskan mainan, menyapu dan mengepel, mandi lalu memasaaak.
Memasak Sore Hari
Start 16.30 dan selesai 17.00 masih lama menikmatinya, Fira belum bangun dan ruang depan sudah berantakan dengan mainan bongkar pasang Faiz. Belum teriakan untuk beli bakso mang Abaas, gak lama teriak lagi, beli roti jala-jala, padahal mulut penuh dengan crepes bautan ibunyaaaah. *Pedih tapi senyum, lalu dikasih uang 2000 rupiah, yang tertinggal di dompet.
Buka laptop lagi, ngonline lagi sembari menyenderkan badan yang sebetulnya lelah, tapi mengadu ke siapa? lagian bakal akan merindukan suasana seperti ini., tiga, lima, sepuluh tahun lagi dan jadi nangis.
Selesai? beluuuum...
Masih ada drama ketika menyantap makanan, sayurnya agak keasinan, Fira inginnya makan bareng dengan piring sayah, Faiz lagi-lagi main bola basket dan mengajak ibunya yang sedang ingin dipijit. Main dong 4-2 untuk me and Faiz. Begini serunya bersama anak-anak, jadi saya jawara main bola basket kan?
Tralaaa, bala bantuan datang setelah berjihad, mencari segepok berlian, lelah ya? langsung di kamar, bobo dan dibangunin lagi sama Faiz. Kasihan... tapi demi Faiz yang minta ice cream, bangun dech. Sebetulnya ice cream bukan menjadi keharusan, tapi namanya anak-anak, sudah dijanjiin ya gini. Padahal, crepes yang sukses (asyiiiik, ternyata ada rahasianya, bu) dan secangkir syrup Marjan rasa Lemon sudah dibuat oleh saya, ya sudah...ice cream juga malam ini.
Satu hari ini, memang benar-benar seru bersama anak-anak, berantakin mainan di ruang depan, kamar dan ruang tengah. Sebelum Fira bobo pun, main bedak bayi di tempat tidur saya biarin, malah jadi wangi. Kelewatan bangetkah saya? enggak, lagian bedaknya juga enggak dipakai, cukup sak ndulit untuk pipinya. Ternyata Faiz nyeletuk "Mi, enggak sayang? bedaknya dimainin sama Fira?" deeeq...jadi cerita, dulu mi juga suka menaburkan bedak bayi ke tempat tidur, biar wangi.
"Pilih rumah berantakan, anak keurus, anak makan, anak sehat atau rumah rapi, anak gak keurus, anak berkeliaran siang-siang, main di luar rumah?"
Sekarang saya pilih yang pertama. Dulu, masih ada keberatan dan permintaan saya adalah rumah rapi anak tetep keurus. *Nonse kalau enggak punya ART jaman sekarang, apalagi saya suka main-main di internet dan anak-anak masih belum mandiri. Berantakan nanti juga bisa diberesin lagi, enggak cape kok, kalaupun cape, wajarlah namanya makhluk hidup. Piiiizzzzz,