Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Wednesday, 17 August 2022

Dampak FW SCBD Pada Pola Pengasuhan Anak-Anak

Bismillah

Beberapa waktu lalu, tepatnya di bulan Juli, Indonesia memiliki cerita yang layak untuk diperbincangkan. Ya. Saya dan beberapa teman (ibu-ibu teman anak-anak) ramai membahas viralnya FW SCBD. Tentu tidak sama mengambil konten dari FW SCBD yang diangkat untuk diperbincangkan. Ada yang menanggapi langsung negatif, ada yang mengambil sebagai bahan pelajaran, ada juga yang cuek sajalah, yang penting anaknya tidak menonton konten dari FW SCBD yang disuguhkan di media sosial.



Saya dan salah satu ibu yang memiliki anak laki-laki, sekali lagi, anak laki-laki berbincang. Sebut saja Mama Agung. Mama Agung memiliki ketakutan yang luar biasa, terhadap viralnya FW SCBD dikarenakan, konten yang dapat ditonton di media sosial menyuguhkan mudahnya pergaulan bebas yang ditawarkan di sana. Jika Mama Agung langsung ke pergaulan bebasnya, saya lebih luas, semua tentang FW SCBD patut untuk disorot. Beberapa kali, saya menonton konten yang dibuat dari viralnya FW SCBD. Jika hal tersebut dilihat semua bermasalah, hasilnya ya masalah. Saya mencoba memulai dengan tenang dan menjadikan viralnya FW SCBD sebagai alarm untuk saya.

Tuesday, 11 May 2021

Mendampingi Anak Belajar Berpuasa- Day 29


Tahun ini, anak bungsu saya sudah berumur 6 tahun dan belum pernah sekalipun merasakan makan sahur dan berpuasa. Yah, kalau pola makannya tidak teratur dan sedikit makannya itu mah sering sekali. Tahun inipun saat awal ramadan, saya belum ada kewajiban anak ini harus berpuasa. Hal yang saya lakukan adalah sounding mengenai puasa, untuk apa puasa, puasa itu bagaimana, apa balasan orang yang berpuasa, bagaimana puasa jaman Nabi Muhammad SAW dll.

tips mengajak anak berpuasa
Alhamdulillah waktu itu, anak ini nih, belum mau makan, padahal jadwal makan sudah lewat jauh. Saya bilang begini dong, mendingan kamu puasa, deh. Masya Allah, tanpa disangka, jawaban anak bungsuku membuatku terharu. Dia meminta saya membangunkan untuk makan sahur. Alhamdulillah ya Allah, ternyata mengajak anak berpuasa itu mudah sekali. Saya sangat berbahagia karena awalan tanpa drama. 

Puasa pertama yah, masih di jam 10, nambah lagi menjadi jam 12, nambah lagi menjadi jam 16, nambah lagi menjadi jam 17. Terakhir ini, saat anakku berbuka jam 17 karena keluapaan. Iyah, katanya sih lupa, sudah menghabiskan 3 buah keju cake dong. Saya tidak memarahi atau menyesalinya. Saya mengajak si anak ini istighfar karena lupa jadi batal. Alhamdulillah anakku memahami dan diapun meneruskan puasanya.

Tantangan mendampingi anak belajar berpuasa ada banyak sekali loh. Pertama kali saat si anak meminta berbuka, saya turutin karena ini awal pembelajaran. Saya juga harus paham kondisi dan psikologisnya. Saya ingin mengajari anak berpuasa dengan kasih sayang, bukan paksaan. Kedua, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan si anak, antara lain :
  1. Kenapa berpuasa pada saat cuaca panas sekali? Saya mengajak anak ini untuk bersyukur terlebih dahulu. Jika cuaca dingin, bagaimana, dan jika cuaca panas bagaimana. Umat muslim jaman dulu, apalagi di jazirah Arab yang panas, tidak ada kipas angin, tidak ada AC, mereka semua bertaqwa loh dan tetap menjalankan puasanya. Masa sekarang di mana teknologi sudah canggih, masih mengerutu karena cuaca panas. Alhamdulillah anaknya tidak mengajak drama.
  2. Sudah jam berapa? Saya mencoba mengingat, kurang lebih ada 3-4 kali pertanyaan sudah jam berapa dari si anak ini. Kepalanya menengok dan matanya melihat ke arah jam dinding. Jika masih lama dan wajahnya memelas, saya meminta anakku masuk kamar, nyalakan AC dan boleh pegang hape. Jika sudah pukul 17, wajahnya akan sumringah dan tidak bersambung drama.
  3. Boleh buka puasa sekarang,? pertanyaan yang membuat hati teriris. Aduh, anakku kenapa ya? lemas sekalikah? haus sekalikah? dan saya tidak ingin menjadi ibu yang egois tetapi tidak ingin menjadi ibu yang plin plan dong. Jadi, saya harus merelakan pekerjaan tertunda dan menemani anakku. Saya akan pegang badannya, Alhamdulillah selama ini normal dan mungkin dia hanya lapar dan haus. Wajarkan ya puasa. Jadi, saya ikutin duduk bersama, tidur bersama, main bersama.
Alhamdulillah ujian belajar berpuasa dan ujian menemani anak berpuasa akan berakhir di hari kemenangan yang begitu dinantikan. Semoga diberikan kesempatan untuk bersua kembali dengan ramadan di tahun depan dan anakku sudah pintar puasanya. Aamiin.

Tuesday, 3 September 2019

Manfaat Mengikuti Acara Parenting di Sekolah Anak

Hari Sabtu tanggal 1 September 2019 lalu, saya menghadiri acara parenting yang sudah dijadwalkan oleh pihak sekolah TK si bungsu. Satu hari sebelum acara dimulai, pihak sekolah memberikan informasi bahwa anak-anak sebisa mungkin tidak perlu diajak ke sekolah. Sayapun mengkonfirmasi hal tersebut kepada suami dan anak-anak, supaya dapat bekerja sama, demi kehadiran saya mengikuti acara parenting tersebut.



Secara pribadi, saya sangat senang dengan diadakannya acara parenting di sekolah anak. Mengapa? karena sebagai orang tua, mendapatkan ilmu parenting itu harus terus-terusan. Harus terus-terusan diingatkan, meskipun untuk mendapatkan ilmu parenting itu bisa dari mana saja. Bisa melalui buku, internet, hadir di acara parenting dan lain sebagainya. Dulu, saat saya aktif menghadiri event blogger tentang produk ataupun hal yang berkaitan dengan anak, pasti ada sesi parentingnya. 

Friday, 21 June 2019

Bekal Prestasi Dari Bunda untuk Buah Hati dengan Morinaga Soya Moricare + Prodiges


Sebagai seorang ibu dengan dua orang buah hati dalam masa pertumbuhan dan di usia sekolah. Saya tentu lebih memperhatikan asupan nutrisi, perkembangan kognitif serta goal setting apa yang harus dicapai oleh buah hatiku. Saya membuat beberapa indikator yang harus dicapai oleh kedua buah hatiku. Contohnya pada usia lima tahun, anak bungsu saya sudah mengantongi kemampuan mengenal abjad atau sudah dapat menguasai emosinya saat sedang berantem dengan kakaknya. Istilahnya, sebagai orang tua, saya harus mendukung anak-anak supaya mendapatkan bekal prestasi di manapun mereka berada.

Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges rasa baru yaitu madu


Saya pernah menjadi anak-anak dan paham apa yang dibutuhkan oleh kedua buah hatiku. Dari pemaparan di atas, di masa pertumbuhan dan di usia sekolahnya, mereka membutuhkan asupan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk energi, pertumbuhan otak dan pertumbuhan organ-organ buah hatiku. Menurut saya, asupan nutrisi itu sangat penting dan harus disediakan dengan penuh perhatian oleh orang tua, khususnya oleh ibu.

Sunday, 26 May 2019

Supaya Anak Kecil Pintar Berpuasa Penuh di Bulan Ramadhan


Senang sekali melihat anak-anak kecil berpuasa penuh sepanjang hari di bulan Ramadhan. Saya salut kepada kedua orang tuanya yang mengenalkan dan mengajarkan anak-anaknya makna dan ibadah puasa di bulan Ramadhan sejak kecil. Bahkan mungkin ada yang mengajarkan sejak dini, di usia balitanya. Sore kemarin, saya bertemu dengan guru Fira. Ibu gurunya Fira menceritakan bahwa anak bungsunya berpuasa sejak TK kecil dan lebih pintar berpuasa dibandingkan kakaknya.

Faiz kecil yang masih belajar mengenal apa itu puasa


Tiga tahun lalu saya pernah merasakan kegalauan saat bulan Ramadhan. Hal itu karena melihat anak-anak kecil sudah pintar berpuasa penuh. Mereka menahan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Siang hari mereka aktif bermain di luar rumah. Sore harinya mereka berpetualang mencari takjil di depan komplek perumahan bersama teman-temannya. Saat melihat Faiz yang tiga tahun lalu masih sulit dibangunkan untuk makan sahur. Sayapun bertanya kepada beberapa ibu yang anak kecilnya pintar berpuasa.

Friday, 24 May 2019

Mengajarkan Kepada Anak-Anak Tentang Amalan Puasa di Bulan Ramadhan


Alhamdulillah bulan Ramadhan tahun ini si sulung sudah berpuasa penuh selama satu hari. Insya Allah sesuai dengan niatnya, dapat berpuasa satu bulan penuh, aamin. Doa yang selalu saya mohonkan adalah diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Saya sangat bersyukur sekali diberikan kesempatan sampai saat ini. Dapat menemani anak-anak berpuasa Ramadhan. Selama bulan Ramadhan saya harus berusaha mengajarkan dan memberikan contoh tentang amalan puasa yang sebaiknya dikerjakan. Caranya dengan memberikan contoh dan melibatkan anak-anak.

amalan puasa ramadhan


Saya sengaja melibatkan anak-anak dalam kegiatan di bulan Ramadhan. Contohnya, sebelum menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, saya akan bertanya terlebih dahulu akan berbuka menggunakan apa. Saat harus membeli sesuatu di luar, saya akan mengajak anak-anak ikut membeli keperluannya. Saya juga mencari tahu kegiatan-kegiatan Ramadhan yang diselenggarakan di lingkungan rumah. Sebisa mungkin saya akan mendaftarkan anak-anak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Contoh kegiatannya adalah menyiapkan berbuka puasa di mushola, memberikan makanan untuk berbuka puasa, mengikuti perlombaan anak muslim di mushola dan lain-lain.

Saturday, 17 February 2018

Kapan Anak-Anak Boleh Menonton Film Perjuangan



[Parenting] : Film Perjuangan untuk ditonton anak-anak

Haaai apa kabar semuanya? blogpost malam minggu kali ini rada berat euy. Alhamdulillah pekerjaan rumah sudah beres. Anak-anak juga sudah makan malam, sudah rapi dan saatnya menikmati kata demi kata yang bakalan terangkai di blogpost ini. Anak-anak tetap melakukan aktivitasnya menonton televisi. Tayangan serial kartunlah yang selalu menemani waktu istirahat mereka. Saya hampir mengetahui serial kartun apa saja yang mereka tonton. Mulai dari serial Doraemom sampai Tayo. Kalaupun   saya sedang sibuk di depan laptop atau di dapur, suara televisinya masih terdengar. 

Unsplash


Anak-anak membutuhkan tontonan yang menghibur sekaligus mendidik. Saya belum membiasakan anak-anak menonton film di bioskop. Tidak ada alasan, mengapa saya belum mengajak anak-anak ke bioskop. Anak-anak sementara saya ijinkan menonton tontonan serial kartun dan film animasi baik dari televisi maupun dari YouTube.

Sunday, 30 July 2017

SGM Eksplore Mendukung Orangtua Mempersiapkan si Kecil Menjadi Generasi Maju

Sabtu, 29 Juli 2017 saya berkesempatan hadir untuk mengikuti Press Conference yang diadakan oleh SGM Eksplore. Bertempat di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta Barat tepatnya di ruang seruni. Tema yang diusung adalah SGM Eksplore dukung perjuangan para orangtua Indonesia mempersiapkan si Kecil menjadi anak generasi maju.

Nuansa merah menyambutku saat masuk ke dalam area acara. Disambut oleh pihak panitia, menandatangani form registrasi dan bertemu dengan teman-teman. Pada acara ini disebutkan untuk dress code merah, jadi makin meriah saat semua teman sudah berkumpul dalam ruang seruni.


Setiap orangtua di Indonesia pasti mengharapkan anak-anaknya menjadi generasi maju, lebih baik dari orangtuanya sendiri. Akupun demikian, memiliki harapan dan doa untuk ke-dua buah hatiku, supaya mendapatkan kesempatan mendapatkan masa depan yang lebih baik. Setiap hari aku dan suami selalu belajar, selalu mencari informasi dan pengetahuan bagaimana mengembangkan anak-anak supaya menjadi generasi maju.

SGM Eksplore, melalui Manager Marketingnya, Astrid Prasetyo, mengatakan, "Kami memahami perjuangan para orangtua untuk selalu memberikan yang terbaik demi masa depan si Kecil. Bentuk komitmen dan dukungan kami berikan kepada orangtua Indonesia dengan menyediakan produk nutrisi terbaik dan berkualitas serta edukasi yang dapat mendampingi orangtua dalam memastikan pemenuhan nutrisi dan pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang si Kecil".

SGM Eksplore Mengerti Perjuangan Orangtua


Pada saat press conference, Mbak Astrid mempersilahkan para teman media dan blogger untuk menceritakan perjuangannya mengasuh anak-anaknya di rumah. Mbak Levina dari Cilegon, menceritakan perjuangannya bersabar mengasuh anaknya dengan tantangan gadget, media sosial dan internet. 

Aku sendiri, ditunjuk langsung oleh Cici Panda yang menjadi MC acara tersebut untuk menceritakan perjuanganku menjadi seorang ibu. Entahlah, Cici ini langsung menebak kalau aku adalah ibu yang penuh perjuangan. Setiap ibu, setiap ayah pada umumnya telah berjuang untuk memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memberikan masa depan yang baik anak-anaknya.

Aku sendiri masih merasa masih banyak sekali orangtua yang telah berjuang demi anak-anaknya lebih besar. Aku masih bersyukur, diberikan kesempatan berada di samping mereka setiap saat, terkadang memang keluar untuk bekerja, tapi tidak setiap hari. Setiap perkembangan mereka, akulah yang mengetahuinya untuk kali pertama. Akulah yang ada di rumah menyambut anakku saat pulang sekolah.

Perjuangan yang paling membutuhkan kesabaran adalah saat ke-dua anakku berantem. Apapun bisa dijadikan sumber ribut-ribut di rumah. Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan pertengkaran untuk Faiz (7,10 ) dan Fira (2,11). Berebutan mainan, posisi tidur, piring pertama yang diisikan makanan olehku, peralatan tulis sampai berebut ingin dipeluk. 

Ribuan elusan dada, puluhan mengucap sabar, tetesan air mata dan berbagai cara telah aku gunakan untuk melerai pertengkaran mereka. Terkadang sukses ada kalanya gagal dan yang ada aku malah yang ngomel. Sedih setelahnya, mereka telah tersakiti oleh omelanku. Tetap ya, ujung-ujungnya, aku memeluk mereka dan say, i love you

Kesel pastinya ya, mereka sudah mendapatkan mainanya mereka satu-satu. Tapi masih saja merebutkan mainan yang lainnya. Padahal mereka cewe dan cowo. Kalau aku melerainya dengan omelan dan hati yang kesel, yang pasti mereka berdua akan memusuhi aku, marah sama aku. Jadi, ambil nafas pelan-pelan. Atur emosi supaya enggak emosi yang keluar enggak tinggi. Ajak main bareng bertiga sama aku. Kalau enggak aku ambil satu anak terus bawa main ke mana gitu. Intinya mah di alihkan perhatiannya supaya berantemnya gak lama.

Mbak Astrid juga menjelaskan dukungan SGM Eksplore bagi orangtua Indonesia dilakukan melalui bernagai jenis kegiatan. Salah satunya adalah acara Parenting Seminar, bertajuk "Peran Orangtua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju."


Parenting Seminar SGM Eksplore Mempersiapkan si Kecil jadi Anak Generasi Maju


Sweet Corner di acara parenting

Dalam kegiatan parenting ini, orangtua akan mendapatkan informasi terkait pemenuhan nutrisi yang tepat serta pola asuh yang sesuai dengan tahapan usia anak, sehingga si Kecil tumbuh menjadi Anak Generasi Maju, yang mampu bersosialisasi dengan tahapan baik, kreatif dan mandiri.

SGM Eksplore Memenuhi Kebutuhan Informasi bagi Orangtua


Informasi terkait pemenuhan nutrisi yang tepat serta pola asuh yang sesuai dengan tahapan usia anak, tidak hanya melalui kegiatan parenting. Keterbatasan waktu, tenaga dan jarak, yang tidak memungkinkan bagi orangtua untuk menghadiri kegiatan parenting. SGM Eksplore telah menyiapkan video edukasi bagi para orangtua dan disebarkan melalui aset digital SGM Eksplore yaitu www.akuanaksgm.co.id dan Facebook Aku Anak SGM. Khusus di Facebook, sudah ada layanan live chat dengan para ahli nutrisi dan parenting.

SGM Eksplore juga telah berkeliling ke berbagai daerah bersama Mobi Aku Anak SGM untuk bertemu dan mengedukasi para orangtua mengenai nutrisi anak dan memberikan stimulasi motorik maupun kognitif bagi si Kecil.

Orangtua bisa mendapatkan informasi melalui 3 pilar utama, yaitu pilar nutrisi, edukasi dan parenting dalam mendukung si Kecil menjadi generasi maju. Connection Manager SGM Eksplore, Naomi Jammaro menjelaskan bahwa, "Untuk lebih memperluas jangkauan edukasi dan memberikan materi yang lebih menyeluruh kepada para orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil, maka SGM Eksplore memperkenalkan website barunya www.akuanaksgm.co.id dan berbagai media sosil Aku Anak SGM adalah sebagai berikut;
  • Facebook : Aku Anak SGM
  • You Tube : Aku Anak SGM
  • Instagram : @AkuAnakSGM
  • Website : www.akuanaksgm.co.id

3 Ciri Anak Generasi Maju


Di penghujung press conference, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Psi. Psi seorang psikolog anak dan keluarga yang biasa disapa Mbak Nina ini memberikan ciri-ciri Anak Generasi Maju.

Menyambut Mbak Anna Surti Ariani, keluar dari ruang press conference

  1. Anak yang memiliki tubuh sehat dengan asupan nutrisi yang tercukupi
  2. Anak cerdas yang mampu berimajinasi dengan baik sesuai dengan tingkat usianya
  3. Anak yang membawa emosinya dengan baik. Mampu berkomunikasi dan mandiri pada tingkat usianya
Dengan ciri-ciri di atas, diharapkan anak dapat bersosialisasi dengan baik. Oleh sebab itu, orangtua harus membangun dan mengembangkan ketrampilan sosial si Kecil sejak dini. "Pada awal kehidupan inilah orangtua harus selalu mendampingi si Kecil dengan melakukan berbagai aktivitas dan menerapkan pola asuh yang tepat. Orangtua harus ingat bahwa menjadi Anak Generasi Maju, kondisi di atas harus dipenuhi.

Menurut Mbak Nina "Orangtua bisa menambah pengetahuannya dengan datang dalam acara parenting seminar atau juga dapat mengakses website dan media sosial yang telah disipakan agar si kecil menjadi Anak Generasi Maju". Mbak Nina inilah yang  menjadi pembicara dalam seminar parenting pada hari ini.


Sunday, 19 March 2017

Mengasah Kecerdasan Visual Spasial Anak dengan #30HariMain Bersama Morinaga

Hallo apa kabar semuanya? bagaimana week end-nya? seru pastinya yak. Sama dong, dengan week end aku dengan keluargaku. Rasanya sangat menyenangkan meluangkan waktu untuk bersama-sama di dalam rumah.

Aku dan keluargaku dapat mengobrol tentang apa saja, berbagi cerita dan berbagi peran. Suamiku yang setiap week day bekerja sampai malam. Di week end ini bisa bermain bersama anak-anak. Meskipun hanya gegoleran dan tidur-tiduran sembari menonton televisi, yaaah, mereka melakukannya dengan senang.

Week end tidak melulu dilakukan di luar rumah kan. Di dalam rumah, masih banyak aktifitas yang dapat dilakukan untuk melalui week end. Salah satu contohnya adalah dengan bermain bersama anak-anak.

Bermain juga dapat menggunakan media apapun. Tidak terbatas walaupun hanya dengan bercerita atau dengan benda sederhana. Kebetulan sekali aku dan Fira sedang mengikuti program #30HariMain bersama Morinaga. Jadi ada banyak sekali ide-ide yang dapat dicontoh untuk digunakan bermain di weekend ini.

Kecerdasan Visual Spasial


Kecerdasan visual spasial adalah kecerdasan dalam bentuk kemampuan untuk memahami arah, ruang dan bentuk akhir dari suatu benda, termasuk untuk berpikir kreatif. Tentunya kita semua sudah memahami ya, bahwa kecerdasan itu tidak hanya mencakup 1 bidang saja. Ada 8 tipe Multiple Intellegence, salah satunya adalah Kecerdasan Visual Spasial itu sendiri.

Silahkan Baca : Mengasah Kecerdasan Majemuk

Mengapa aku tertarik untuk membahas dan mengasah kecerdasan visual spasial dalam dua minggu mengikuti #30HariMain? karena satu hal yang sangat menarik untuk Fira saat ini adalah hal-hal yang menarik perhatiannya. Fira sedang menyukai hal-hal yang menarik penglihatannya. Jadi, aku memberikan permainan-permainan yang menstimulasi hal-hal yang berkaitan dengan ruang, bentuk, dan hal lainnya yang dapat dilihat oleh Fira.

Kecerdasan visual spasial melibatkan indera penglihatan dan logika berpikir. Jadi, sebetulnya bisa juga mengasah kecerdasan visual spasial bisa bersamaan dengan kecerdasan logika matematik. Contohnya ketika melihat sebuah benda kecil, sedang dan besar. Anak akan melihat sebuah benda berbentuk lingkaran, ikan, pohon atau yang lainnya. Sedangkan ketika melihat ikan kecil, sedang, besar, anak memahami logika berpikir, bahwa ketiga benda tersebut sama bentuk, sama jenis tapi beda ukuran.

Mengasah Kecerdasan Visual


Awalnya, bermain dengan pensil warna untuk Fira adalah untuk dihambur-hamburkan. Untuk disusun atau untuk dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Wajar ya, namanya anak-anak masih ingin terus mengeksplorasi apa yang menarik untuk dirinya. Bagaimana serunya bila beberapa pensil warna dia ambil dan dipegang untuk kemudian dipindahkan. Kecerdasan kinestetiklah yang berperan sewaktu memainkan pensil warna, untuk dipindah-pindahkan.

Semakin bertambah usia Fira, tentu aku menginginkan bahwa pensil warna tersebut berubah peran di tangannya. Aku menyiapkan beberapa ide permainan dari Morinaga yang berhubungan dengan pensil warna dan gambar. Supaya apa? supaya Fira dapat memahami bahwa bila ada sebuah gambar belum ada warnanya dan ada beberapa pensil warna, Fira dapat memberi gambar tersebut warna dengan pensil warnanya.

Apa yang terjadi?




Aku memberikan kertas bergambar dengan ajakan untuk duduk di meja belajar. Ada rasa deg-degan, takut Fira hanya memainkan pensil warnanya saja atau bahwan mencoret-coret dengan benang panjang di atas kertas bergambar tersebut.

"Siapa mau mewarnai?" Ajakku dengan nyanyian.

"Fira!"

"Kalau mau mewarnai, ayo duduk di sini, kalau mau senang ayo mewarnai!" Masih dengan nyanyian, aku menggiring Fira untuk duduk di kursi.

What, Fira duduk dengan baik dan melihat kertas bergambar yang kuletakkan di atas meja belajar. Aku sebar beberapa pensil warna.

Stimulasi dengan Mewarnai Gambar


Komunikasi memang sangat berperan penting untuk sebuah keberhasilan. Kuajak terus Fira untuk melihat gambar, kuajak menebak dan menyebut benda apa yang ada di kertas bergambar tersebut. Kutanya, warna apa yang cocok untuk mewarnai gambar tersebut.

Alhamdulillah, Fira mengambil pensil warna dan mengisi gambar di atas kertas dengan warna yang dipilih. Subhanalloh, awalnya aku berpikir akan mendapatkan tantangan yang seru, dan pada akhirnya Fira sangat menikmati pekerjaan mewarnainya.

Fira mengerjakan dengan baik malah dapat dikatakan sangat maksimal dalam hal mewarnai. Fira termasuk anak yang sangat teliti dan sempurna sewaktu mewarnai sesuai dengan usianya ya.



Saat memilih warna memang masih warna yang terang, Fira paling senang dengan warna pink, ungu, kuning dan orange. Jarang sekali Fira memilih wanra biru tua, hijau tua, hitam atau warna gelap lainnya.

Cara Fira memegang pensil juga sudah sangat bagus. Matanya menatap ke arah kertas bergambar. Untuk konsentrasinya, masih dapat dikatakan moody. Ada saatnya Fira melihat ke arah sekeliling dan ada saatnya Fira konsestrasi penuh dengan pekerjaannya.

Aku terkejut ketika Fira mewarnai tidak keluar garis. Saat tiba-tiba ada goresan pensil warna yang keluar dari garis gambar, Fira akan meletakan pensil warna dan menyerahkan kepadaku.

"Kenapa?" tanyaku,

"Ummi aja,"

Supaya tidak merajuk, aku ikuti permintaan Fira dan kemudian,

"Sekarang Fira coba,"

Wow, Fira masih mau mengambil pensil warna dan menyelesaikan pekerjaan mewarnainya. Dan hal tersebut berulang beberapa kali sewaktu ada coretannya yang keluar dari garis.

Aku kembali mengingat, apakah aku pernah menerapkan bahwa mewarnai tidak boleh keluar garis? kepada Fira?. Rasanya belum pernah, tapi pernah mengatakan kepada kakaknya. Tapi itu dulu banget, sewaktu usia Fira 1 tahun. Apakah Fira juga mendengarkannya? 😊

Silahkan Baca : Mewarnai Hewan Laut

Memberikan stimulasi melalui kertas bergambar dan pensil warna dapat mengasah kecerdasan majemuk Fira. Matanya akan melihat gambar di atas kertas. Mampu menyebutkan bahwa gambar tersebut adalah gambar sebuah benda yang dikenalnya. Misalnya ketika mewarnai sebuah ikan, Fira menyebut itu adalah gambar ikan. Mewarnai badan ikan, melihat bahwa ikan memiliki ruang untuk diwarnai adalah perut, kepala dan ekornya.



#30HariMain bersama Morinaga memberikan efek positif untuk pertumbuhan dan perkembangan Fira. Aku dapat mengajak Fira bermain pada usianya yang masih balita. Memberikan permainan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan Fira sesuai dengan usianya.

Jadi, stimulasi apa yang diberikan bunda, ibu, moms untuk buah hatinya di hari ini? coba cek di website Morinaga

Thursday, 2 February 2017

Berikan Stimulasi kepada Anak dengan #30 Hari Main Bersama Morinaga

Sejak memutuskan keluar dari pekerjaan kantoran, aku banyak melakukan aktifitas di dalam rumah. Pastinya melakukan aktifitas bersama anak-anak yang masih berada di usia balita dan anak-anak. Mereka menyambut gembira akan keputusanku resign dan bermain bersama mereka dengan lebih banyak waktu.

Pertengahan tahun 2016. Aku mengikuti seminar Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini? yang diadakan oleh Morinaga. Dari seminar tersebut, aku mendapatkan banyak sekali ilmu parenting dan informasi yang awalnya aku belum begitu paham. Atau megetahui tapi tidak melakukan.

Salah satunya adalah pentingnya mengoptimalkan kebutuhan nutrisi dan stimulasi pada 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Masa 1000 HPK-nya adalah masa 9 bulan berada di dalam kandungan sang ibu dan masa setelah dilahirkan ke dunia sampai usianya 2 tahun.

Baca yuk : Optimalkan Stimulasi dan Nutrisi di 1000 HPK

Morinaga kembali mengingatkan aku akan pentingnya memberikan stimulasi kepada anakku. Melalui program #30HariMain Bersama Morinaga!

* Untuk 50 dan 100 pemenang untuk peserta yang berdomisili di Kota Surabaya dan sekitarnya


Kebetulan aku masih memiliki anak yang masih berusia 2 tahun dan 7 tahun. Mereka berdua memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda. Meskipun masih kecil, minat mereka sudah dapat terlihat. Kecerdasan mereka berdua juga berbeda-beda. 

Aku mengetahui kecerdasan kedua anakku dari website morinagaplayplan.com. Di sana, teman-teman juga dapat mengetahui kecerdasan apa yang paling dominan pada diri sang anak. Daaan, saran aku ya, berikanlah stimulasi untuk semua kecerdasannya. Jangan hanya beberapa kecerdasan yang diberikan stimulasi. Supaya anak memiliki Multiple Intelligence.

Meskipun usia anakku sudah lewat dari 1000 HPK-nya, tidak ada salahnya aku terus memberikan stimulusi #30HariMain bersama Morinaga. Untuk melakukannya tidak sulit, kok. Dibutuhkan semangat yang tinggi dari ibu dan rasa nyaman dan gembira si anak.

Cara Berpartisipasi #30HariMain Bersama Morinaga

  1. Belanja produk #Morinaga seharga 2.500.000 rupiah. Periodenya dimulai dari 16 Desember-15 Februari 2017
  2. Ikuti tantangan yang diberikan selama 30 hari berturut-turut, untuk menstimulasi kecerdasan majemuk si kecil.
  3. Untuk 50 pemenang bsia mendapatkan paket Liburan di Kampung Kids Malang
Setelah itu, isi data diri di website www.morinagaplatinum.com/30harimain. Isi dengan lengkap ya. Karena akan dikirim kode unik melalui email yang didaftarkan untuk mengikuti #30HariMain bersama #MorinagaID

Cara Mengikuti #30HariMain bersama Morinaga

  1. Kode unik akan dikirim melalui email. 
  2. Masukkan kode unik yagn diterima ke website www.morinagaplatinum.com/30harimain untuk registrasi. Masa registrasi paling lambat dilakukan pada tanggal 22 Februari 2017
  3. Menghadiri seminar #3oHariMain bersama Dr. Rose Mini yang diadakan di Surabaya pada tangal 25 Februari 2017
  4. Mengidentifikasi kecerdasan si kecil dengan cara masuk ke website www.morinagamiplayplan.com
  5. Membuat rencana bermain selama 30 hari berturut-turut pada periode 1 Maret - 31 Maret 2017
  6. Melakukan kegiatan menstimulasi si kecil sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.

Pengalaman Bermain Bersama Anak-Anak di Rumah


Setelah mengetahui hasil identifikasi kecerdasan anak. Aku tetap menstimulasi semua kecerdasan yang ada pada anak-anakku. Contohnya Faiz memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi, di sini aku akan memberikan stimulasi yang sedang kepada Faiz. Bagaimana supaya kecerdasan kinestetiknya, disalurkan pada hal-hal yang berprestasi.

#MorinagaPlatinum #SusuMorinaga

Kecerdasan linguistik Faiz masih kurang, aku akan memberikan kesempatan kepada Faiz untuk berlatih berbicara, berlatih mengungkapkan sesuatu. Contohnya, Faiz diberikan kesempatan untuk menceritakan kejadian di sekolah.

Nah, berikut beberapa contoh kegiatan stimulasi bersama Faiz, setahun yang lalu.

Baca yuk : Ide Bermain Kreatif dari Morinaga

Ide permainan dari website Morinaga

Taraaaa, inilah hasil bermain membuat sendiri salad pelagi

Ide Permainan dari Website Morinaga

Hasil bermain menyelamatkan hewan dari es

Bagaimana? apakah teman-teman tertarik mengikuti #30HariMain Bersama Morinaga? Seru loh, bermain bersama anak-anak sekaligus memberikan stimulasi kecerdasan kepada anak-anak. Kapan lagi, kan? kan?

Untuk teman-teman pembaca astinastanti.com, yang memiliki blog dan ingin mengikuti #30hari main, silahkan kirim email ke astinastanti@gmail.com, dengan persyaratan sebagai berikut :
  1. Domisili Jabodetabek
  2. Memiliki blog dengan jumlah visitor perbulan ditentukan
  3. Memiliki IG dan FB
  4. Tertarik mengikuti program #30harimain bersama anak-anak berusia 3-6 tahun 
  5. Menuliskan 1 (satu) hasil bermain bersama anak di blognya dan membagikan 1 kali di IG dan FB 
Hayuuk, cek kecerdasan anak-anak dan ikut bermain dalam #30harimain bersama Morinaga. Cari tahu kecerdasaan anak-anak dan bersama merencanakan permainan apa yang akan dilakukan bersama anak-anak. Siap?

Tuesday, 21 June 2016

Belanja di Alfamart Bisa Tebus Murah Pak Rahmat

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Setiap orang mendapatkan berkahnya sendiri-sendiri. Bulan Ramadan juga bulan yang banyak aktifitas keagamaannya. Seperti di mushola tempat tinggal saya, yang mengadakan buka bersama setiap hari Minggu selama bulan Ramadan. Menu buka puasanya sudah ditentukan, yaitu membawa takjil sendiri-sendiri dari rumah. Ada sich yang membawa banyak kemudian dibagi-bagikan untuk jamaah yang datang, atau saling tukar menukar takjil.

Hari Minggu kemarin, suami meminta saya untuk dibelikan kurma saja, untuk dibawa ke mushola pada saat buka bersama bersama jamaah lainnya. Saya langsung berinisiatif untuk pergi ke Alfamart untuk membeli sponsor Pak Rahmat, agar dapat membeli kurma seharga 500 rupiah. Informasi ini saya peroleh dari seorang teman yang membeli kurma di Alfamart seharga 500 rupiah. Saya jadi tertarik untuk membeli produk sponsor Pak Rahmat atau Paket Hemat Ramadan Alfamartku supaya bisa tebus murah paket tersebut.

Setelah saya sampai di Alfamart terdekat dengan tepat tinggal, langsung melihat-lihat display di rak paling depan. Ada banner Pak Rahmatnya juga yang menjelaskan dengan mudah, produk-produknya Pak Rahmat apa saja. Ada Syurup Marjan Boudoin Melon, Leci dan Coco Pandan, Syrup ABC Special Grande Melon dan Coco Pandan, Wafer Nissin dan Richeese kaleng serta Kurma Premium 350 mg. Produk Pak Rahmat ditebus apabila saya berbelanja produk sponsor Pak Rahmat sebesar 75.000 rupiah.

Pada rak display ada banyak Pak Rahmat dan bikin pingin belanja banyak saja untuk mendapatkan salah satu dari produk tersebut dengan cukup membayar 500 rupiah saja. Woooe banyangkan saja, bisa tebus murah kurma untuk takjil buka puasa nanti, seharga 500 rupiah, kan hanya ada di Alfamart.

Jadi setelah Mbak Kasirnya menjelaskan bagaimana saya bisa tebus murah Pak Rahmat, adalah sebagai berikut.
  1. Datang ke Alfamart
  2. Berbelanja produk sponsor Pak Rahmat senilai 75.000 rupiah, antara lain Good Day, Mentos, Indomilk, Silver Queen, Nu Green Tea, Biore, Wardah, Lux, Pepsodent dan lain-lain, bisa dilihat di banner ya.
  3. Di kasir, teman-teman bisa tebus murah seharga 500 rupiah Pak Rahmat, bisa beli syrup Marjan atau Syrup ABC Special Grande.
  4. Ucapkan terima kasih dan sampaikan rasa penuh syukur.
Bagaimana? saya sudah mengkoleksi produk Pak Rahmat ada beberapa nich di rumah, ada Syrup Marjan Boudoin Melon, ada Wafer Nissin dan Kurma Premium 350 mg. Berbelanja di Alfamart sangat mudah loh, saya tinggal keluar rumah, mengendarai sepeda motor tidak kurang lima menit, kemudian berberbelanja produk sponsor Pak Rahmat seharga 75.000 rupiah. Setelah berbelanja produk sponsor Pak Rahmat, saya bisa tebus murah Pak Rahmat.



Produk sponsor Pak Rahmat juga merupakan produk-produk yang sudah terbiasa digunakan di rumah setiap harinya. Coba yuk lihat-lihat banner di bawah ini, dijamin bikin teman-teman langsung cuz ke Alfamart, dech. Paket Hemat Ramadan Alfamartku membuat Ramadan makin seru.








Teman-teman jangan sampai ketinggalan ya, karena program Pak Rahmat di Alfamart sudah berlangsung dari tanggal 1-30 Juni 2016. Bulan Juni juga sebentar lagi hampir habis kan, lumayan loh Pak Rahmat untuk menemani bulan Ramadan ini. Besok saya juga ingin berbelanja kebutuhan pokok yang menjadi sponsor Pak Rahmat, saya ingin tebus murah Richeese Wafer yang hari Minggu kemarin, stocknya kosong di beberapa Alfamart terdekat dengan tempat tinggalku. Anak-anak di rumah sangat senang dengan salah satu produk Pak Rahmat tersebut, jadi ayooo buru-buru belanja di Alfamart.

Sunday, 1 May 2016

#One Step Ahead : Selangkah Lebih Maju Menyiapkan Kesuksesan Anak

Jakarta, 29 April 2016 - Pada sore hari yang sedikit mendung, saya bersama anak pertama saya mendatangi sebuah acara talkshow. #Onestepahead. Selangkah lebih maju untuk menyiapkan kesuksesan anak di masa depan.

Sebagai orangtua, saya ingin mengetahui, apakah yang saya lakukan kepada anak-anak sudah tepat? Kemudian, saya sebagai orangtua harus mempersiapkan apa saja, untuk masa depannya kelak? apakah tetap mendampinginya sampai keinginan terwujud? atau memberikan gambaran saja dengan tetap memberikan support.

Talkshow yang membahas bagaimana seorang ibu atau orangtua menyiapkan kesuksesan anak di mana depan. Dipandu oleh presenter cantik, Cheryl Tanzil dan empat narasumber yang ahli di bidangnya.



Sebelumnya Danish Rahman,  marketing Director PT Nutricia Indonesia Sejahtera menjelaskan "Nutrilon Royal mendukung dan mengajak para ibu untuk menjadi seorang One Step Ahead Mum, yang tidak hanya selalu memberi yang terbaik untuk masa depan anak-anaknya, tetapi juga selangkah lebih maju dalam merencanakan keberhasilannya di masa depan : mendukungnya dalam menemukan potensi diri, merencakan pendidikan yang tepat dan persiapan dana yang matang dan nutrisi yang tepat sesuai dengan tumbuh kembang anak. Perencanaan yang baik dapat membantu ibu dalam memberikan dukungan yang terbaik untuk anak.



Perhatikan Asupan Nutrisi yang Seimbang untuk Anak


Dr. Bernie Endyarni Medise, SpAk, MPH membuka penjelasannya mengenai salah satu hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Semakin besar pertumbuhan anak, semakin harus diperhatikan nutrisi yang diberikan, apalagi pada saat golden age. Otak anak sedang berkembang dan beragam informasi yang dilihat, didengar sedang aktif-aktifnya direkam.

Faktor yang berkembang dalam tumbuh kembang anak, akan dipengaruhi oleh, faktor genetik, faktor lingkungan dan pemberian ASI, MPASI, Makanan Seimbang. Pada faktor lingkungan, perkembangan anak akan dipengaruhi oleh pola pengasuhan, stimulasi yang diberikan oleh orangtua, Psikologis, Kesehatan dan Imunisasi.

Sebagai contoh pemberian asupan dengan nutrisi yang seimbang adalah, pemberian makanan pokok. Prinsip membiasakan makan makanan beraneka ragam, hidup bersih, pola hidup aktif dan olah raga serta memantau berat badan, harus dilakukan oleh ibu khususnya dan para orangtua pada umumnya.

Dr Bernie memberikan contoh untuk pemberian stimulasi pada anak berusia balita.
  1. Setiap hari, diulang, setiap ada kesempatan
  2. Suasana bermain yang interaktif
  3. Pola asuh demokratik
  4. Beri kebebasan, jangan dipaksa
  5. Diberi contoh, dibantu, tuntas (selesai)
  6. Berikan pujian dan penghargaan

Menggali dan Mendukung Potensi Si Kecil


Dalam rangka merencanakan masa depan anak, salah satu aspek penting perlu dilakukan oleh para ibu terlebih dahulu adalah pengindentifikasian potensi anak, dimana dikenal adanya 8 Tipe Kecerdasan Majemuk yaitu Kecerdasan Bahasa, Logika/ Matematik, Musikal, Spasial, Kinestetik/Jasmani, Naturalis, Interpersonal dan Intrapersonal. 

Pembahasan mengenali potensi hingga mengembangkan bakat, minat serta potensi bersama Psikolog Ajeng Raviando, Psi. Fakta menyebutkan, sebagaian besar dari ibu memiliki keinginan yang terbaik untuk anaknya, NAMUN tidak mengetahui atau kurang memahami hal-hal yang dibutuhkan oleh anak.

Sebagai seorang ibu, sangat penting untuk mengetahui dan memahami potensi anak .Kemudian mendukung agar potensinya tersebut, dapat menjadi prestasi pada suatu hari dan dapat meraih kesuksesannya kelak. Mulai sat ini, lihat, pahami, gali apa potensi yang ada pada diri anak ibu semua. Dukung proses belajarnya, proses bermainnya agar potensinya tersebut dapat menjadi prestasinya. Hal ini salah satu langkah menjadi One Step Ahead Mum.



Ada langkah yang dibocorkan oleh Mbak Ajeng untuk menjadi One Step Ahead Mum, yaitu :
  1. Ibu perlu mengetahui tahap perkembangan anak
  2. Ibu perlu mempunyai wawasan mengenai kecerdasan majemuk dan kecerdasan intelektualnya
  3. Ibu perlu memahami gaya belajar anak
  4. Ibu harus menemukan pola asuh yang tepat
  5. Ibu perlu mengetahui cara mengidentifikasi potensi anak
Ada sebuah tes yang dapat membantu untuk mengidentifikasi potensi anak. namun tes yang paling objektive dan paling mudah dilakukan adalah pada pengamatan seorang ibu terhadap anaknya, yang dilakukan rutin dan salah satu caranya adalah membangun komunikasi yang efektif.

Selangkah lebih Maju dalam Memilih Sekolah Untuk Anak


Setelah mengidentifikasi potensi anak, selanjutnya orangtua dapat melakukan perencanaan, di mana salah satunya adalah memberikan dukungan pendidikan yang tepat bagi anak. Menurut praktisi pendidikan anak, Drh. Damayanti Jusuf, M.Sc, Ph.D, seorang ibu harus selangkah lebih maju dalam mempersiapkan pendidikan anak, dimulai dari memilih sekolah yang tepat, memberikan pendampingan di sekolah hingga menyesuaikan dengan gaya belajar anak.



Dalam memilih sekolah, ada beberapa hal yang mendasari pemilihan tersebut. Berikut diantaranya;
  1. Idealisme Keluarga, apakah si anak akan masuk ke sekolah negeri atau swasta, apakah pada sekolah tersebut cocok dengan visi keluarga, apakah orientasi siswa sesuai dengan idealisme pada keluarga tersebut.
  2. Kondisi Keluarga, Jika salah satu orang tua tersebut, memiliki pekerjaan yang memungkinkan untuk pindah negara, sebaiknya anak-anaknya dipilihkan sekolah internasional, agar nantinya tidak kaget, jika harus mengikuti kepindahan orangtuanya.
  3. Kondisi Anak, Jika anak memiliki kemampuan akademis yang standar, dapat dipilihkan sekolah yang umum. Namun jika anak memiliki kebutuhan khusus, sebaiknya dipilihkan sekolah khusus dimana anak akan mendapatkan perhatian lebih dari gurunya
Selain hal tersebut di atas, akan banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan sekolah. Jarak dari rumah ke sekolah, Fasilitas yang ada pada sekolah tersebut, kebersihan sekolah tersebut, apakah sekolah tersebut menarik dan menyenangkan, bagaimana kurikulumnya, kegiatan ekstra kulikulernya apa saja, dan masih banyak lagi hal yang membuat orang tua menimbang-nimbang untuk menyekolahkan anaknya.

Menyiapkan Dana Pendidikan Sedini Mungkin dengan Cermat


Pembahasan terakhir, yang membuat kening para mum, para orangtua berkerut, memasang telinga dan membuka mata selebar-lebarnya. Detak jantung dan siap siaganya was-was menghitung dan mengangankan anaknya mendapatkan sekolah yang tepat, dengan lancarnya pendidikan sang anak.

Menjadi One Step Ahead Mum, harus memperhatikan perencanaan keuangan, teruatama dalam kaitannya dengan menyiapkan dana pendidikan anak. Menurut Ligwina Hananto, Perencana Keuangan, "Memastikan anak memperoleh pendidikan yang terbaik merupakan tugas dan kewajiban orangtua. Merencanakan dengan cermat sejak dini agar masalah dana tidak menjadi kendala yang menghalangi langkah anak dalam menggapai cita-citanya kelak.



Ada banyak cara untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, saat ini. Berikut beberapa contohnya;
  1. Tabungan atau Deposito
  2. Logam Mulia
  3. Reksa dana
  4. Surat Berharga
  5. Properti
Ligwina juga memberikan tips untuk meyiapkan dana pendidikan anak;
  1. Tentukan akan sekolah di mana
  2. Mencari tahu bayaran sekolahnya berapa
  3. Jangka waktu untuk mulai masuk sekolah dan lamanya pendidikan
  4. Menghitung kebutuhan di masa mendatang
  5. Menyiapkan dana dari mulai sekarang
  6. Investasi sesuai dengan profil resiko

Kisah Ibunda Chef Revo [Junior MasterChef Indonesia]


Astrid Suryatenggara menuturkan, bahwa dia tidak memiliki hobby dan kemampuan dalam hal masak memasak. Revo sangat betah berlama-lama berbelanja di supermarket saat berbelanja, kemudian akan memasak sendiri di dapur.

Astrid menemukan dan melihat bakat memasak Revo sejak berusia 8 tahun. Saat itu Revo gemar, mengobservasi rasa makanan yang disantap bersama keluarganya ketika di restoran. Revo kemudian akan mengeksekusinya di rumah.

Saat Revo meminta sebuah oven, Astrik tidak mengabulkan karena baginya, minat anaknya pasti akan berubah-ubah. Namun ternyata Revo malam meminjam oven dari tetangga dan memasak sendiri di rumah dan tidak pernah bosan. Kemudian Astrid menyadari, bahwa bakat Revo dibidang memasak tidak diragukan.



Nutrilon Royal percaya agar anak dapat meraih keberhasilan, seorang ibu harus One Step Ahead dalam memeprsiapkan masa depan anaknya. Saya juga kemudian menyadari benar, bahwa anak-anak memiliki kecerdasan yang berbeda dengan orangtuanya. Tidak perlu memaksakan bahwa anak harus menjadi seperti orangtuanya.

Mengetahui minat dan potensi anak, harus benar-benar dikuasai oleh orangtuanya. Jika orangtua telah memahami minat dan potensi anak, dengan memberikan dukungan serta pendidikan yang baik, keberhasilan anak pada masa mendatang akan menjadi kesuksesannya.



Tadi pagi saya mencoba mengikuti sebuah kuis di www.nutriclub.co.id apakah saya telah menjadi One Step Ahead Mum untuk mempersiapkan keberhasilan dan kesuksesan anak saya. Jika para mum tertarik untuk informasi yang lebih lanjut, bisa mendatangi media sosial Nutriclub Indonesia.







Tuesday, 20 October 2015

Seru Satu Hari Bersama Anak-Anak

Baru kali ini bu satu hari bersama anak-anak? ke mana saja? bukannya ibu sudah berhenti bekerja? hehhee...judulnya emang iya banget membuat saya langsung empuk dibully. Seru satu hari bersama anak-anak? nah makin memposisikan untuk dibully lagi, emang biasanya bersama anak enggak seru ya, bu. Tutup mata tutup kuping, hari Senin kemarin adalah hari seru sekali bersama anak-anak, meskipun masih intip-intip whatsapp dan online.

Itulah Serunya

Hari Senin kata orang yang keluar rumah untuk bekerja, rasanya bera dan malas. Pun demikian ketika pagi hari, suami mengatakan, ini hari Senin, hari yang sibuk dan bekerja keras mencari uang. Boleh, cari yang barokah buat istrimu, biar dibelikan kosmetik Wardah White Secret, varian lainnya, ya bi.

Bangun terlalu siang, ketertaluan memang ya. Jadi, saya menyelesaikan pekerjaan rumah yang terlihat saja, beres-beres rumah, menyapu dan mengepel. Dadah ke abi ketika berangkat bekerja, anak-anak dan saya sudah mandi. Setelah itu gelar karpet cantik untuk Faiz dan Fira bermain.

Saya duduk di kursi dan mengetak ngetik sesuatu di laptop. Disuguhin secangkir air putih oleh Faiz, rasanya begimana coba? lalu saya ijinkan Faiz mengeluarkan satu container mainan trek dan teman-temannya. Fira? ikut mengobrak-abrik mainan Faiz dan di mana-mana mainan. Oke, mata saya mengawasi dan seringnya malah diajak main bareng sama Fira.

Rumah Berantakan...

Dulu, saya enggak banget...pinginnya main itu ya disatu tempat, di sini, di karpet khusus, sudah jangan masuk ke kamar dan gelar mainan di sana juga. Tapi...mulai dari kemarin kemarin dan kemarinnya lagi, saya mengijinkan.

Dulu, alasan saya tidak suka mainan diberantakan di mana saja, karena apa coba? takutnya yaah..namanya musibah enggak ngerti bagaimana? anak lagi lari-lari, nginjek mainan, bahannya dari plastik yang unyu...kepleset atau keinjek. Kan kasihan mainannya...gitu? hehehee ya kaki anaknya lah.

Dan hari ini, dinding rumah dan atap yang catnya sudah mulai berjatuhan...menjadi saksi. Saya biarkan mereka berkresi, apapun mainannya dikeluarkan, weslah. Faiz dengan sederetan truk, segerombolan dinosaurus dan box containernya dipakai sebagai mobil polisi, katanya. Fira, apalah gadis kecil itu, mainan masak-masakan sampai lemari peralatan memsak saya, diberantakin...Firanya melenggang jalan-jalan, ngusilin kakaknya.

Ikut Mainan dan...

Diajak memasak ayam betutu, diajak jadi pengendara yang kena tilang, jadi antara laptop dan ayam betutu, tilang dan urusan rumah tangga. Seru juga loh, bermaina bersama anak-anak, jadikan awet muda tanpa kosmetik, boooong banget, kan.



Menjelang tengah hari, saya mengajak Faiz untuk membuat sesuatu, saya merahasiakan nama resepnya. Kenapa? kalau gagal, enggak malu dong *ibu yang keren. Faiz membantu menyiapkan susu cair (susunya pakai lactogen bubuk Fira, supaya Fira ikutan makan), jadilaaaah crepes yang rada empuk, pancake jadinya. (Gagal bikin crepes *enggak malu, coba tadi bilang bikin crepes..bayangan anak pasti kering dan kreeees klo digigit)

Alhamdulillah anak-anak, mau memakan crepes a la #dapuruntuh. Acara bermain dan mengobrak-abrik tempat tidur dimulai lepas jam makan siang. Begini caranya jemuran kapan dijemur? kapan itu bekas masak crepes dicuci? tetep kalem sembari bilang...

Anak Malas Makan Sayur...

Putar otak ibunya, kan rumah sedang berantakan, cucian piring numpuk, jemuran belum dijemur, mata inginnya ngonline, badan pinginnya bobo...segarkan perut anak-anak dengan jus melon. Alhamdullah lagi, Faiz dan Fira menghabiskan jatah jus melonnya.

Ketambahan lagi kan cucian piring? rumah berantakan, masih kalem dan enggak ngomel-ngomel saya waktu yang lalu yang lalu banget, di mana rumah sudah kek kapal pecah, anak pada berantem gegara rebutan mainan. Saya...menerima dech, toh nanti akan reda dan selesai pertikaian antara F2. Saya cuma bilang,
"Iz, Fira itu adikmu, kamu senang enggak punya panggilan kakak? Kakak Faiz? enggak semua bisa memiliki panggilan kakak, loh" ada juga "Adikmu itu nanti yang akan menemani kamu, jagain dong, main bareng dan enggak apa-apa dipukul...kan Fira masih kecil.."
Sudah...biasanya Faiz yang perasa akan lumeeer, tapi beberapa menit...rame lagi dech, berantem lagi...apalagi waktu saya minta bareng-bareng beresin mainan. Ini kan mainan Fira! Fira dong yang beresin, lagian ngapain dia berantakin. Yes, tarik nafas...ingat-ingat, sama anak-anak itu seru, itu seru loh.

Setelah Fira Mandi, Selesai!

Sebelum ashar, Fira pup, saya mandikan, selesai, bobo. Pasti cape mengeksplorasi rumah dengan mainan tadi. Setelah itu, langsung dech, cuci piring, menjemur baju, membereskan mainan, menyapu dan mengepel, mandi lalu memasaaak.



Memasak Sore Hari

Start 16.30 dan selesai 17.00 masih lama menikmatinya, Fira belum bangun dan ruang depan sudah berantakan dengan mainan bongkar pasang Faiz. Belum teriakan untuk beli bakso mang Abaas, gak lama teriak lagi, beli roti jala-jala, padahal mulut penuh dengan crepes bautan ibunyaaaah. *Pedih tapi senyum, lalu dikasih uang 2000 rupiah, yang tertinggal di dompet.

Buka laptop lagi, ngonline lagi sembari menyenderkan badan yang sebetulnya lelah, tapi mengadu ke siapa? lagian bakal akan merindukan suasana seperti ini., tiga, lima, sepuluh tahun lagi dan jadi nangis. 

Selesai? beluuuum...

Masih ada drama ketika menyantap makanan, sayurnya agak keasinan, Fira inginnya makan bareng dengan piring sayah, Faiz lagi-lagi main bola basket dan mengajak ibunya yang sedang ingin dipijit. Main dong 4-2 untuk me and Faiz. Begini serunya bersama anak-anak, jadi saya jawara main bola basket kan?



Tralaaa, bala bantuan datang setelah berjihad, mencari segepok berlian, lelah ya? langsung di kamar, bobo dan dibangunin lagi sama Faiz. Kasihan... tapi demi Faiz yang  minta ice cream, bangun dech. Sebetulnya ice cream bukan menjadi keharusan, tapi namanya anak-anak, sudah dijanjiin ya gini. Padahal, crepes yang sukses (asyiiiik, ternyata ada rahasianya, bu) dan secangkir syrup Marjan rasa Lemon sudah dibuat oleh saya, ya sudah...ice cream juga malam ini.

Satu hari ini, memang benar-benar seru bersama anak-anak, berantakin mainan di ruang depan, kamar dan ruang tengah. Sebelum Fira bobo pun, main bedak bayi di tempat tidur saya biarin, malah jadi wangi. Kelewatan bangetkah saya? enggak, lagian bedaknya juga enggak dipakai, cukup sak ndulit untuk pipinya. Ternyata Faiz nyeletuk "Mi, enggak sayang? bedaknya dimainin sama Fira?" deeeq...jadi cerita, dulu mi juga suka menaburkan bedak bayi ke tempat tidur, biar wangi.
"Pilih rumah berantakan, anak keurus, anak makan, anak sehat atau rumah rapi, anak gak keurus, anak berkeliaran siang-siang, main di luar rumah?"
Sekarang saya pilih yang pertama. Dulu, masih ada keberatan dan permintaan saya adalah rumah rapi anak tetep keurus. *Nonse kalau enggak punya ART jaman sekarang, apalagi saya suka main-main di internet dan anak-anak masih belum mandiri. Berantakan nanti juga bisa diberesin lagi, enggak cape kok, kalaupun cape, wajarlah namanya makhluk hidup. Piiiizzzzz, 

Wednesday, 3 June 2015

Happy Mommy Healthy Baby

Sabtu, 30 Mei 2015 saya dan anak laki-laki ganteng ini menghadiri sebuah acara keren bertabur warna pink yang diadakan oleh Momies Daily bersama Transpulmin balsam dan Kamilosan. Acara tersebut diadakan di Hong Kong Café, di dekat Sarinah, Jakarta Pusat.
Acara yang sangat fresh dimulai pukul 09.00 dibuka oleh pembawa acara cantik,sayang lupa namanya, hehee...lama-lama humorisnya terlihat si pembawa acaranya, salim. Tema acaranya terbaca di depan panggung, Happy Mommy Healthy Baby, yyup..Ibu bahagia bayi/ anak sehat. Wah tepat sekali saya datang bersama Faiz, si kecilku yang sedang super duper melatih kesabaranku.
Verra Oktaviani, sang product manager dari Transpulimin balsam dan kamilosan menerangkan sedikit mengenai Happy Mommy Healthy Baby. Iyes, bayi Faiz dahulu pernah menggunakan transpulmin balsam ketika bayi Faiz batuk-batuk kecil namun sering. Yulia, teman satu kos ketika bekerja di Farmasi merekomendasikan Transpulmin balsam untuk bayi.
Happy Mommy Healthy Baby, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Pi, Psikolog yang mengenakan baju pink simple corak batik bersemangat menyapa mommies dan daddies yang menghadiri Happy Mommy Healthy Baby. Acara makin bertambah semangat dan para mommies termasuk saya menyimak apa yang disampaikan oleh Mba Ariani, begitu beliau disapa.
Tahukan Anda, ketika ibu mengalami depresi/ merasa tidak bahagia, yang mungkin disebabkan banyak factor, contohnya; lelah setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, ibu bekerja yang menghadapi banyak persoalan hingga permasalahan domestic dalam rumah tangga.
Menurut Goodman, dkk pada tahun 2011, Jika ibu mengalami depresi, anak cenderung alami gangguan psikologis, begitu yang dituturkan oleh Mba Ariani. Wah, lalu...seberapa berat anak akan mengalami gangguan tersebut? tentu bukan hal tersebut yang akan dicari, namun bagaimana agar ibu merasa bahagia terus sepanjang hari menghadapi anak-anaknya. Menurut Van Loon, dkk (2013) Orangtua yang alami gangguan psikis---> kurang memonitor anak---->anak remaja alami gangguan psikis.
Mba Ariani mengajak mommies and daddies untuk menuliskan hal-hal positif mengenai karakter-karakter dari orangtua. Kami dibagikan postcard yang cantik serta diminta memilih spidol dengan warna yang berbeda dengan warna postcard yang kami pilih. Aduh, postcardnya cantik sekali.
Saya mengambil postcard warna biru, bentuknya bulan why coba? saya suka biru dan suka dengan filosofi lingkaran, yes.

Ehem, itu kira-kira saya
Setelah menuliskan sifat orangtua yang positif, postcardnya dikumpulkan lagi nich, buat apa ya? hehee...kata Mba Ariani akan ada kejutan lainnya menanti. Mba Ariani menampilkan slide lagi, ini dia. Bagaimana bisa  bahagia...iyeees, yang ingin bahagia, yang ingin bahagia.


Bacanya seperti ini ya, mulai jam 12, SEHAT jika orangtua merasa sehat, ingat peribahasa men sana in corpore sano (aduh, bener gak ya? ngetes pengetahuan jaman SD nich) di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. TERCUKUPI kebutuhan dasar bukan hal-hal yang dinginkan dapat diadakan, hehee maksudnya bukan tercukupi keinginan tapi kebutuhan. Contohnya nich, membeli tempat tidur karena tempat tidur lama sudah tipis adalah sebuah kebutuhan; membeli jam tangan mewah karena teman-teman memakai jam tangan sport model terbaru, ini merupakan keinginan.

Jam 6, BERSYUKUR dalam segala hal yang dihadapi, ini maknyes kalau menulis mengenai lingkaran yang ini. Bersyukur akan membuat rasa bahagia itu muncul dan yang terakhir PERCAYA DIRI bahwa akan menjadi orangtua yang mampu membuat anak nyaman bersama orangtua.

Acaranya bertambah seru setelah Mba Ariani memberikan kejutan lagi, yaitu postcard yang dikumpulkan akan dibagikan tapi random, alias mengambil milik mommies dan daddies lainnya. Postcard yang saya terima bertuliskan " SABAR, LEMBUT dan PENUH CINTA". Menurut Mba Ariani, secara kebetulan, ciri positif tersebut adalah sifat positif saya, masa iya sich? iya dong kalaupun bukan, itu adalah sifat yang memang harus saya miliki sebagai orangtua.

Percaya diri juga sangat dibutuhkan oleh mommies yang sedang memberikan ASI kepada bayinya. Seorang ibu harus percaya diri, bahwa bayinya akan mendapatkan ASI dan itu akan mengeluarkan hormon oksitosin sehingga ASInya akan lancar. Seperti itu yang dituturkan oleh Satgas ASI IDAI Dr. Elisabeth Yohmi, SpA.

Picture fr. FB Mommies Daily

Alhamdulillah saya mengikuti acara yang benar-benar bagus, karena memang kadang perlu sentilan bahwa menjadi orang tua itu tidak sulit dan juga tidak mudah. Namun bagaimana agar menjadi orang tua yang bahagia agar anak yang bersama kita juga akan merasakan kebahagian.

Salam
As



Saturday, 20 December 2014

Rapot Anak di Sekolah, Lahan Introspeksi Para Orangtua

Dua puluh empat tahun yang lalu, saat saya masih mengenakan seragam merah putih lengkap dengan sepatu hitam dan kaos kaki putih, (yang ini keknya dulu harus) acara pembagian rapot itu sangat menggembirakan. Beberapa hari menjelang hari pembagian rapot, saya dan teman-teman sangat antusias dan tak sabar ingin memboyong ibu untuk pergi ke sekolah mengambil rapot.

Rapot buat saya dahulu adalah sebuah barang yang berharga, sebuah nilai dari beberapa bulan belajar dan satu minggu tes. Dahulu, selalu penasaran dapat nilai berapa, dapat komentar apa dari buguru, dan yang paling ingin pertama dilihat adalah dapat rangking berapa. ***mau mengenang ach, nanti saya colek di FB, rengking pertama selalu yang namanya mau kembaran sama saya, rangking dua yang ternyata sekarang tinggal di dekat rumah ibu mertua saya, itu jaman kelas 1-3 SD, selalu dia dan dia terus yang mendapatkan posisi rangking tersebut... stop cerita diri sendirinya.

Sekarang, saya sudah punya agenda : mengambil rapot di sekolah anak, ya Allah bahagianya 'ngungkuli' bahagiaku dulu waktu SD. Meskipun anak saya, Faiz baru TK B namun rasa penasaranku, rasa takutku (kalau ini sudah diingatkan suami, apapun hasilnya dia masih anak-anak).

Seperti judul yang saya buat, Rapot anak di sekolah, menjadi lahan introspeksi para orangtua. Iya, saya rasakan betul inilah saatnya saya mengintrospeksi diri juga. Bukan, bukan karena nilainya tidak bagus dan bukan karena banyak warning dari sekolah. Jujur, ini pertama kalinya saya menghadiri pertemuan wali murid di sekolah Faiz dan baru memahami benar apa yang diajarkan di sekolah TK Faiz.

TK Islam Mulia mengajarkan pendidikan berkarakter. Berbicara namanya karakter yang berarti sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya (Wikipedia Indoensia). Karakter anak terbentuk sejak dia lahir dan berkembang setiap waktu dengan dipengaruhi lingkungan di mana dia berada.

Yang diterima saat menerima rapot

Ada sembilan karakter yang akan dilihat dan dikembangkan di TK Islam Mulia, Salah satunya adalah hormat dan santun. Pada pilar karakter tersebut, saya cukup mengerutkan kening, ada sebuah catatan bahwa Faiz masih harus senantiasa diingatkan untuk mau mendengarkan ketika diajak berbicara oleh orang lain. 

Mencoba dan terus mencoba agar Faiz mau sedikit duduk tenang ketika diajak berbicara itu, susahnya minta ampun *aduh emak-emak curcol jadinya. Semoga ke depan Faiz bisa memperbaiki karakter yang dinilai melalui pilar tersebut, mau mendengarkan ketika diajak berbicara oleh orang lain.

Memang sesusah apa sich? apa jarang ngobrol di rumah? enggak juga, ketika sedang memandikan, ketika sedang makan, ketika hendak tidur kami selalu ngobrol namun sebatas menceritakan apa yang terjadi kemarin, ingin apa hari ini. Namun, jika ngobrolnya ketika sedang berada di mobil dalam perjalanan, atau sedang berjalan-jalan atau ketika Faiz sedang menonton televisi, haduuuuh bisa-bisa jawaban yang ke luar adalah ngaco. Ngaco di sini, ditanya A jawabannya bisa J, K atau bahkan Z.

Jadi, setelah menerima rapot Faiz yang kulakukan sekarang adalah sebuah introspeksi. Faiz bukan tidak mau mendengarkan ketika diajak berbicara, namun dia terlalu asyik dengan apa yang sedang dilakukannya. Dan saya ingin sekali ketika mengajak dia berbicara, sesuatu yang membuatnya asyik itu dibuang, tapi itu masih belum berhasil. Sebelum hari ini saya berpikir, wajar anak-anak memiliki teman khalayan, ataupun terlalu fokus terhadap hal yang disukai, namun saat ini saya perlu tahu, apakah hanya sekedar hal tersebut hingga Faiz jarang untuk mau mendengarkan ketika orang lain berbicara? ada yang bisa memberi masukan?




Tuesday, 16 December 2014

Tips Membersihkan Termos Air

Selamat datang bayi Fira, selamat datang dunia bayi lagi, selamat datang keriwuehan bersama bayi dan selamat datang kembali aktivitas menyenangkan bersama bayi. Awal menimang bayi Fira, saya mau ASI full namun karena sesuatu hal, ini masih tetooot...enggak bisa memberikan full ASI, padahal sewaktu masih cuti, ASI masih bisa disimpan di lemari es***duuuh sedih banget.

Apalagi kalau mau pergi-pergi, haduh repot sekali harus membawa termos air untuk membuat susu buat bayi Fira. Ngomong tentang termos air, saya belum menyiapkan termos air yang baru dan termos Faiz  yang lama di keluarkan dari gudangnya. Yeeeaah, look good tapi ada bau sedikit karena sudah tidak pernah dipakai.

Ada dua cara, membersihkan termos lama atau membeli termos baru. Cara pertama sudah berkali-kali dibersihkan menggunakan air panas, namun tetap saja berbau. Akhirnya cara ke dua membeli melalui online ***maaf suka menyibukan diri dengan hal yang tidak sibuk, hehhee. Iya, tapi datangnya lama sekali, akhirnya googling dech *tepok jidat googlingnya telat, apa-apaan saya inih.

Karena kelamaan jadi nasi, tuh.

Bagaimana sich? masa membersihkan termos air harus ada tipsnya, heheee piiiisss, begini niich menurut info yang saya baca,
  1. Ambil segenggam beras, masukkan kedalam termos air kemudian tuang air mendidih ke dalam termos air.
  2. Kocok-kocok lalu ulangi beberapa kali.
  3. Atau masukkan perasan air jeruk nipis ke dalam termos air panas dan tuang air panas.
  4. Kocok-kocok lalu ulangi beberapa kali.
Dan, bau dari termos tidak pernah dipakai akan hilang. Jadi, termos yang baru bagaimana dong? tetaplah datang,sudah dibayar cash. Hikmahnya, fira jadi punya dua termos air panas, besok kalau jadi traveling jauh, kan punya banyak penyimpanan air. Yippie.

Thursday, 11 December 2014

Tidak Ada Waktu Terlambat

logo1

Terima kasih om NhHer, berkat kreativitasmu saya akhirnya menyediakan waktu untuk membaca kembali tulisan-tulisan yang telah saya torehkan di Tanti's Story. Sebuah tulisan yang berjudul Memberikan Kado Untuk Anak menjadi materi untuk diikutkan dalam A Self Reflection : Lomba Tengok-Tengok Blog Sendiri Berhadiah.

Mengapa Memberikan Kado Untuk Anak menjadi salah satu dari 197 tulisan yang telah saya posting untuk renungkan? lebih jauh lagi, saya ingin sekali untuk membangkitkan kembali bonding antara ibu dan anak, ya anak sulung saya.

Memberikan Kado Untuk Anak memang sesuatu yang materiil namun memiliki sebuah arti yang sungguh sangat luas dan dalam. Namun ternyata yang lebih berarti dan terasa ke dalam hati adalah sebuah rasa cinta kasih dan sayang yang nyata, entah itu dari sebuah sapaan, senyuman, rangkulan, dekapan, pelukan, isyarat ataupun tutur kata yang lemah dan lembut.

Anak tentu anak senang sekali diberikan kado oleh sang orang tua, namun dari sebuah postingan tersebut, saat ini saya terlalu merindu hubungan yang bukan materiil dengan Faiz, anak sulungku. Yup, semenjak saya melahirkan anak ke dua hubungan ibu dan anak terasa begitu banyak sekali tekanan dan teriakan. (Ya Allah, maafkan ummi, Nak)


Dalam diamnya menyimpan sejuta rasa

Betapa saya berpikir bahwa segala sesuatu yang anakku butuhkan telah saya siapkan, apa yang diminta selalu saya sediakan, tapi saya lupa bahwa seorang anak bukan hanya butuh sesuatu yang terlihat. Anak membutuhkan tulus kasih dan belaian serta tutur kata ibu yang lembut. Namun entah apa namanya (Baby blues-kah) saya beralasan, anak sulungku sedikit terasa tersingkirkan dan berbuat sesuka yang dia inginkan. Maafkan, ummi, Nak.

Terwujud ketika berbagi

Jadi, the best postingan yang membuatku tersentuh dan saya harus segera merubah diri untuk hubungan yang lebih indah bersama si sulung, anakku yang entah mengapa tak pernah menuntutku untuk meminta maaf. Jadi, tidak ada waktu terlambat untuk memulai kembali menuju hubungan yang lebih indah lagi.

Memberikan Kado Untuk Anak dibuat tidak lama setelah saya memberikan hadiah tersebut, jadi masih terbawa aura kebahagiaan dan saya sungguh tidak ingin kehilangan rasa dari moment tersebut. And now, saya sungguh ingin menunjukan bahwa apa yang akan saya berikan kepada anak sulungku, saat ini adalah 'coz I Love You More bukan hanya karena anakku butuh barang tersebut. So, thanks to Ketika Memberikan Kado Untuk Anak, mampu menyesakkan kembali sebuah rasa yang harus kuperbaiki.

Ummi Mengawalmu, Nak
Buat para orang tua, apapun keadaannya, apapun situasinya tak ada sebuah pengecualian untuk mencintai dan menunjukkan rasa cinta terhadap anak. Kerepotan di rumah, kedatangan anggota keluarga baru, kesibukan di kantor semoga tidak mengurangi ataupun menghilangkan belaian dan tutur kata yang lemah lembut terhadap anak, saya sepenuhnya akan selalu mencoba untuk melakukan hal tersebut. Ibu yang sempurna jarang sekali ditemukan, yang ada ibu yang senantiasa mencoba dan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.

"Postingan ini diikutsertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blogThe Ordinary Trainer"


Salam