Melankolis.
Mendengar salah satu watak dasar ini, apa yang terbayang di pikiran teman-teman?. Baperan. Yah, watak melankolis ini, dianggap selalu baperan. Haduh, sedih ya, kenapa sih hanya melankolis saja yang dikenal dengan watak baperan. padahal mungkin, watak-watak lainnya, terkadang juga memiliki sisi kebaperan. Hanya saja, melankolis itu, susah sekali untuk menutupi perasaannya. Kalaupun bisa menutupi perasaannya, itu adalah perjuangan yang sangat total.
Pertanyaan kedua, jika teman-teman menghadapi teman yang memiliki watak melankolis dan ingin berkomunikasi baik, secara langsung maupun tidak langsung, apa yang teman-teman harus perhatikan?. Jawabannya dari saya, adalah kondisinya saat itu. Kita, sebagai lawan bicara orang melankolis, sebaiknya memperhatikan kondisi yang mungkin, tidak terlihat dari si melankolis ini. Mengapa? karena melankolis itu tidak dapat ditebak.

