Showing posts with label BloggerPerempuan. Show all posts
Showing posts with label BloggerPerempuan. Show all posts

Wednesday, 6 May 2020

Bubur Sumsum Menu Berbuka Puasa Praktis Saat Covid 19


Hai hallo apa kabar puasa di bulan Ramadan hari ini? masih sibuk memikirkan apa menu praktis untuk berbuka puasa hari ini ya? sini saya punya satu menu berbuka puasa praktis loh. Untuk mendapatkan bahan-bahannya, teman-teman tidak perlu loh sampai merogoh kocek yang dalam, dan tidak perlu pergi ke pasar atau minimarket. Cukup membeli di warung tetangga semua bahan ini pasti akan kalian dapatkan. 



Saya dan keluarga termasuk orang yang tidak neka dan neko untuk urusan takjil atau menu berbuka puasa. Bagi kami, cukup teh manis dan kurma sebagai pembuka berbuka puasa. Untuk makan pokoknya juga seperti makan pada hari-hari biasanya. Malah lebih cenderung memilih tingkat kepraktisan dan tidak berlebih-lebihan. Nah, kali ini saya ingin bagikan cara membuat bubur sumsum untuk menu berbuka puasa yang praktiis saat covid 19 ini.

Positif dan Negatifnya Berpuasa Ramadan di Tengah Musibah Covid 19

Berpuasa di bulan Ramadan pada tahun-tahun terakhir terlintas di dalam bayangan. Puasa di masa kecil dengan riang dan gembiranya menyambut dengan tarhib Ramadan. Bersuka cita orang tua mempersiapkan berbagai menu masakan dalam rantang untuk dikirim kepada sanak dan handai taulan. Puasa Ramadan di tahun ini, kita semua diberikan ujian yang begitu menguras energi dan emosi. Menguras energi untuk senantiasa waspada saat melakukan aktifitas baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Berpuasa di tengah musibah covid 19, ada negatif dan positifnya. 

astin astanti


Kita semua memahami kebijakan pemerintah mengenai jaga jarak dan tetap di rumah jika memungkinkan. Saya dan keluarga memilih untuk tetap tinggal di rumah. Bebelanja kebutuhan hidup termasuk sayur dan lauk dengan cara menitip kepada agen yang nantinya diantarkan ke rumah. Alasan utama mengapa kami memilih tetap di rumah adalah menghemat energi dan menghemat dana. Memang jika dihitung-hitung ada selisih lebih mahal, tapi jika dilihat dari high risk, kami memilih tetap tinggal di rumah. 

Sunday, 3 May 2020

4 Tempat Ini Bakal Menjadi Prioritas Utama Sesudah Keluar Bebas dari Rumah


Covid 19 mengajarkan kami semua untuk tinggal di rumah, kami lakukan dengan sebaik-baiknya. Kami menyingkirkan keinginan kami untuk sekedar pergi keluar rumah menggunakan mobil. Covid 19 memberikan kami arti bahwa kesabaran itu merupakan segala-galanya. Kami mengerem semua keinginan untuk membeli berbagai keperluan yang memang diperlukan untuk menghemat pengeluaran. Sebagai muslim kami wajib percaya sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan (Surat Al Insyirah ayat ke-6). Jadi, saya ingin menuliskan 4 tempat yang akan menjadi prioritas uatama sesudah bisa keluar rumah dengan bebas.



Selama masa karantina mandiri, yap kami menyebutnya karantina mandiri karena memilih untuk di rumah saja dan hidup dari tabungan. Ingin rasanya menjelaskan betapa ini berat untuk kami. Tapi malu rasanya jika kami mengeluarkan keluhan-keluhan karena ada banyak orang yang lebih berat kehidupannya dari yang kami rasakan sekarang. Hal yang bisa kami lakukan saat ini adalah perbanyak bersyukur dan menerima apa yang ada. Insya Allah keadaan ini tidak akan berlangsung lama dan pasti cepat berlalu. Kami akan mengunjungi 4 tempat yang sudah menjadi prioritas sesudah keluar dengan bebas.

Saturday, 2 May 2020

Channel Favorite Menambah Ilmu Selama di Rumah Saja


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Musibah ini datang dari Allah SWT. Setiap kita manusia berkewajiban untuk menerima dengan ikhlas, tanpa mengeluh dan menyalahkan keadaan. Di balik musibah covid 19 Insya Allah ada banyak sekali hikmah yang dapat kita petik. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak dapat kita lakukan, jadi bisa dilakukan oleh kita. Saya sangat menyukai kalimat ini, di balik keterbatasan pasti ada daya kreatifitas dan daya juang. Di masa yang serba internet ini apa yang tidak bisa dilakukan? semua ada jika ada upaya untuk mencarinya. Saya memiliki beberapa channel favorite di YouTube.



Oh iya, pekerjaan utamaku adalah menjadi pengurus rumah tangga beserta isinya. Suami, anak-anak pekerjaan rumah yang bila dijembrengin gak kelar ceritanya sepagian gitu. Jadi ya, semua serba saya dech yang mengerjakan dengan dibantu sedikit sedikit oleh suami dan anak-anak. Tentunya dengan sedikit pengaturan dariku. Iya, inginnya sich merekalah yang membantuku tanpa aba-aba, tapi ya bersyukurlah mereka masih mau membantu sedikit sedikit. Jadi, sebagai ibu rumah tangga yang mengurus dari A sampai Z, boleh dong ibu rumah tangga juga mencari tambahan ilmu per rumah tanggan melalui jejaring internet.

Friday, 1 May 2020

Peralatan Dapur Ini Wajib Ada Saat Berkegiatan di Rumah


Covid 19 mewabah di negara tercinta Indonesia pad awal bulan Maret 2020. Beberapa usaha terkena imbasnya, termasuk usaha suami. Semoga dampak yang dirasa sekarang hanya beberapa bulan saja. Setelah ini Insya Allah akan ada hal luar biasa untuk menjalankan bisnis ini, ya dear suami. Otomatis hal termudah dan termurah yang dapat dilakukan oleh suami adalah tetap tinggal di rumah saja. Menunggu dan berdoa semoga pandemi covid 19 segera berakhir dengan cepat. Suami dan anak-anak di rumah saja, tentu mengimbas juga pada sektor dapur Astata. Dapur Astata tentu membutuhkan peralatan dapur yang wajib ada saat mereka semua berkegiatan di rumah.



Di rumah saja itu paling asyik memang rebahan di kasur, bangun memainkan gawai kemudian menyantap makanan yang sudah ready dengan mudah di rumah. Tentu, sajian makanan tersebut bukan ada karena dihadirkan oleh tongkat nirmala kan, sim sa la bim. Ada peran ibu rumah tangga yang bersedia menyajikan aneka hidangan sederhana untuk menemani di rumah saja suami dan anak-anak. Adalah sebuah komitmen dari kami semua, bahwa sebisa mungkin asupan makanan dari Dapur Astata. Alhamdulillah sampai hari ini, memasuki bulan Ramadan pun, Dapur Astata menjadi pemasok utama aneka menu hidangan di rumah saja.

Thursday, 30 April 2020

Mengembangkan Keterampilan Memasak Selama di Rumah Saja


Adanya covid 19 mengubah segala hal termasuk aktifitas di dapur. Pada hari-hari normal sebelum covid 19 mewabah di negara Indonesia, boleh dikatakan hampir setiap hari saya memask dan makan dari dapur sendiri, kecuali untuk beberapa hal. Hari Sabtu atau Minggu dan jika kondisi badan saya kurang fit menjadi pengecualian membeli makanan dari luar rumah. Saya dapat menghemat tenaga tidak terlalu sering memasak di dapur.



Covid 19 memaksa kita semua, termasuk saya dan keluarga. Sejak awal kebijakan pemerintah menghimbau semua masyarakat yang memungkinkan untuk di rumah saja, saya memasak terus di dapur. Makan pagi, siang, sore bahkan camilan pun akhirnya membuat sendiri dari dapur. Kesepatakan dengan suami dan konsekuensinya juga dibicarakan. Saya juga berpikir, memang lebih baik memasak di dapur sendiri untuk lebih mengirit juga.

Wednesday, 29 April 2020

Bolu Panggang Tanpa Oven Hasil Berselancar di Youtube Saat di Rumah


Hampir dua bulan saya, suami dan anak-anak melakukan aktifitas hanya di rumah saja. Kecuali ada kebutuhan yang diperlukan, itu pun bisa dua minggu sekali bahkan sebulan kemarin kami tetap berada di rumah. Tujuan kami berada di rumah saja adalah supaya lebih murah untuk biaya hidupnya. Biaya hidup tanpa penghasilan karena usaha suami berhenti dan memutuskan tinggal di rumah, harus disiati dengan tepat. Salah satu aktifitas yang kami lakukan tidak lepas dari gawai. Berbagai website dan aplikasi kami gunakan selama di rumah saja. Saya pribadi menggunakan kesempatan ini untuk mencari resep membuat camilan dengan membuka website atau aplikasi. 

Memanggang tanpa oven


Saat berada di aplikasi You Tube, saya benar-benar mencari informasi yang berhubungan dengan cara membuat kue kering dan bolu panggang. Bahan-bahan kue sengaja saya beli tujuannya memang untuk membuat camilan untuk anak-anak untuk lebaran. Tetapi ternyata, setelah anak-anak melihat belanjaan bahan-bahan kue, mereka ingin dibuatkan camilan sekarang juga. Apalagi stock makanan ringan juga menipis. Solusinya ya mencari resep-resep kue kering dan roti bolu yang dapat dibuat tanpa oven. Yup, saya percaya diri dong, membeli bahan-bahan kue meskipun tidak memiliki oven. Lah terus pakai apa dong untuk memanggang kue kering dan bolu panggangnya?

Tuesday, 28 April 2020

Bercocok Tanam Minimalis di Tengah Pandemi Covid 19

Kegiatan seru bersama keluarga di rumah selama masa pandemi covid 19 ini adalah bercocok tanam. Hari ke 7 atau tepatnya seminggu setelah kebijakan pemerintah melakukan aktifitas di rumah saja, jika memungkinkan, kami semua baru keluar rumah. Keluar rumah untuk melakukan aktifitas seperti berjemur dan melakukan kegiatan seru bersama keluarga.

Daun mint dari halaman rumah


Suami memilih melakukan kegiatan seru bersama saya dan anak-anak dengan bercocok tanam. Awalnya hanya dua buah tanaman yang ditanam di pot kecil. Tanaman tersebut adalah pohon jeruk dan pohon cabe. Pohoh jeruk dibeli oleh suami jauh sebeluma danya wabah covid 19 dan sudah jadi. Untuk pohon cabe, suamiku menanam dengan cara menyemai biji cabe. Biji cabenya diambil dari cabe yang saya beli di pasar, kemudian dibiarkan terlebih dahulu dalam ruang gelap, baru kemudian dipindahkan ke media tanam.

Monday, 27 April 2020

Menerima Keadaan dengan Ikhlas dan Bahagia

Kata siapa di rumah saja tidak enak. Kata siapa di rumah saja membosankan. Kata siapa di rumah saja membuat kita tertekan. Kata siapa di rumah saja tidak bisa melakukan apa-apa. Kata siapa di rumah saja membuat otak dan hati tumpul. Kata siapa di rumah saja membuang-buang waktu. Kata siapa di rumah saja itu membunuhmu.



Suatu hari saya berada di sekolah anak. Ada seorang ibu menanyakan kesibukan apa yang membuat saya jarang datang ke sekolah?. Sebelum pertanyaan itu terjawab oleh saya, ibu itu melanjutkan dengan membuat sebuah pernyataan bahwa dua jam saja berada di rumah dirinya sudah merasa bosan. Oleh karena itu, dia sedang mencari kesibukan supaya bisa keluar dari rumah.

Sunday, 26 April 2020

Melanjutkan Pola Hidup Bersih dan Hemat Setelah Covid 19 Berakhir

Jika covid 19 berakhir saya tetap akan melanjutkan pola hidup bersih dan hemat. Sebelum badai corona datang, sepanjang perjalanan menggunakan sepeda motor, saya meniadakan masker, kadang penutup kepala pun saya abaikan. Alasan dekat dan debu bisa dihilangkan, rasanya untuk masa setelah covid 19 berakhir, hal itu tidak boleh diabaikan.

Sebelum masa covid 19 saya tidak pernah membuat bolu panggang seenak ini


Pola hidup hemat sebetulnya sudah lama saya terapkan jauh sebelum badai corona melanda negara tercinta Indonesia ini. Sebagai seorang ibu rumah tangga, saya berkesempatan untuk dapat mengatur keuangan rumah tangga. Saya bisa memasak menu makanan untuk di rumah dan bekal anak. Adanya covid 19, saya tetap di rumah saja dan tetap memasak. Bedanya, tidak ada makanan matang dari luar, jika hari normal bisa satu minggu dua atau tiga kali jajan. Selama masa covid 19 saya berusaha membuat camilan sendiri.

Saturday, 25 April 2020

Tips Menggunakan Masker Kain

Pandemi covid 19 rasanya membuat semua warga di belahan dunia menjadi sangat kreatif di balik keterbatasan yang ada. Salah satu upaya pencegahan agar tidak tertular virus corona ini adalah penggunaan masker. Barang yang begitu tidak diperhatikan oleh orang-orang, meskipun berada di daerah berdebu, saatnya si masker menjadi barang pencarian.

Masker dari sapu tangan


Saya masih ingat di awal bulan Desember 2019 di saat ramainya pemberitaan pertama kali covid 19 atau virus corona di negara asalnya. Ramai-ramai teman-teman yang bekerja di perusahaan multi nasional bergerak mengirimkan ribuan bahkan ratusan ribu masker ke negara yang terpapar covid 19. Dalam hati, saya berpikir dengan ringannya mereka mengirimkan masker sebanyak itu. Apa kabar persediaan masker di tanah air?. 

Friday, 24 April 2020

Pintu Gerbang Ditutup, Paket Tahan di Security Saat Social Distancing


Social distancing merupakan salah satu usaha pencegahan penyebaran covid 19. Menurut Wikipedia Indonesia, berarti pembatasan sosial atau menjaga jarak. Pengertiannya adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.

Berjemur di depan rumah sebagai bagian dari pencegahan dan social distancing ala kami


Tujuan dari pembatasan sosial ini adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dengan orang lain yang tidak terinfeksi (orang sehat), sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama kematian.

Thursday, 23 April 2020

Harap Selalu Waspada Agar Terhindar dari Covid 19


Innalillahi wa innailaihi rojiun

Setiap manusia yang hidup, Allah memberikan ujian dalam bentuk yang berbeda-beda. Jika kita sebagai makhluk Allah sabar dan melewati ujian ini dengan hati ikhlas tanpa mengeluh, Insya Allah balasannya yang terindah dari Allah. Istilahnya kita akan dinaikan tingkat dan derajatnya di mata Allah. Istilah sederhananya, anak SD sebelum masuk SMP pasti melewati ujian akhir sekolah dan ujian masuk sekolah.

astin astanti
Paket pencegahan covid 19 dari kakak perempuanku


Saya memandang pandemi covid 19 ini bisa sebagai ujian dan teguran dari Allah. Oleh karena itu, saya harus menerima dengan ikhlas dan tidak dapat menyalahkan siapa pun. Jika covid 19 sebagai ujian, berarti saya harus sabar, harus paham Allah tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Jika ini teguran dari Allah, itu artinya saya harus segera menulis rentetan dosa-dosa yang belum dimintakan tobat. Segera bertobat dan berlomba dengan waktu yang tidak banyak.

Wednesday, 22 April 2020

Bantu Sesama pada Masa Pandemi Covid 19 dengan Bijak Membagikan Broadcast


Emosi kian tidak dapat terkendali saat pandemi covid 19 terjadi. Kita dapat mengenal sifat dan pembawaan seseorang dari caranya menanggapi persoalan covid 19. Apalagi di sebuah WhatsApp Group, di mana peluang untuk membagikan sesuatu itu sangat mudah, bebas dan tidak ada yang melarang. Jika tidak ditanggapi dianggap tidak peduli dan jika ditanggapi, beberapa akan menjadi pencetus ketegangan dan perselisihan.



Saya mengambil point membantu sesama pada masa pandemi ini dengan cara non material. Mengapa mengambil sudut pandang seperti itu? karena beberapa teman yang terdampak, tidak hanya membutuhkan materi saja, tetapi immaterial berupa empati di masa pandemi ini. Salah membagikan suatu berita atau salah menyimpulkan sesuatu, dapat menjadi ketegangan di WAG. Hal itu dikarenakan perbedaan pendapat, pemikiran dan status sosial.

Tuesday, 21 April 2020

Perubahan Paling Terasa dengan Adanya Covid 19 dalam Kehidupan Sehari-Hari


Covid 19 pertama kali menyeruak di negara Indonsia tercinta di awal bulan Maret 2020. Covid 19 mengubah semua hal dalam kehidupan sehari-hari semua orang, khususnya saya dan keluarga. Sebagai seorang muslim, saya harus menerima keadaan ini dengan ikhlas dan sabar. Covid 19 menjadi sebuah teguran dan ujian yang diberikan oleh Allah. Tentu dibalik semua ujian ada hikmah yang terkandung di dalamnya bagi yang mengimani.



Pertengahan Bulan Maret 2020. Pemerintah pusat, secara resmi meminta warga untuk belajar, bekerja dan beribadah dari rumah. Artinya, kedatangan covid 19 benar-benar menjadi kejadian luar biasa. Meski di sisi lain, masih ada yang pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah. Saya dan suami, memilih untuk menghentikan aktifitas anak-anak dan suami menghentikan kegiatan usahanya. Alhamdulillah kebijakan pemerintah daerah dan kebijakan sekolah anak-anak seiring dengan kebijakan pemerintah pusat.

Monday, 20 April 2020

Melindungi Orang Tua Kita dengan Mengenalkan Covid 19 dan Upayanya


Masa depan buatku adalah masa-masa yang harus diterima apapun keadaanya. Tidak ada satupun manusia yang mampu memaksa masa depan. Masa depan semua insan di dunia ini ada ditangan Allah. Meskipun berbagai estimasi dibuat, rancangan disusun dan ikhtiar telah dilakukan, hasilnya ada Allah Yang Maha Kuasa. Maha Mengatur semuanya.

Foto dari Canva edit by Astin Astanti untuk Menuliskan Judul 


Sama halnya dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Menjelang bulan Ramadhan, negara tercinta kita khususnya dan hampir semua negara di dunia merasakan kejadian yang luar biasa di tahun 2020. Sejarah otomatis akan mencatat dan ratusan tahun kemudian, akan dibaca oleh cucu-cucu kita. Saya di sini, menggunakan media blog ini, mencatat apa yang terjadi dalam kehidupanku dan kehidupan keluargaku.

Tuesday, 20 November 2018

Empat Alasan Mengapa Saya Menulis di Blog



[Blog] : Kenapa Menulis di Blog


Pertama kali mengetahui sebuah media bernama blog, saya sudah sangat gembira. Saya berpikir, saya akan menemukan tempat bermain yang baru. Saya dapat menuliskan kegiatan, pengalaman dan curahatan hati, saat itu. Saat di mana saya baru satu tahun memiliki anak. Saya sudah berangan-angan untuk menuliskan cerita keseharian saya setelah menjadi ibu. Dalam pikiran saya sudah tergambar jelas, akan ada foto-foto pendukung dan saya akan dapat menyimpan cerita dan foto tersebut, pada media bernama "Blog".

Empat Alasan Mengapa Saya Menulis di Blog astinastanti


Hampir delapan tahun saya mengenal sebuah tempat paling asyik untuk belajar menulis ini. Saya sadari, semakin lama sebuah media yang bernama blog ini makin naik daun. Hampir semua orang tentu sudah mengenal istilah blog. Orang yang memiliki dan menulis sebuah blog, bernama blogger. Sedangkan aktifitas yang dikerjakan oleh blogger, dimunculkan dengan kegiatan blogging. Sampai hari ini, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak menulis blog.

Monday, 12 June 2017

Kenali Penyebab Anyang-Anyangan, Cegah dengan Prive Uri-cran

Menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya masalah kesehatan di dalam tubuh adalah penting. Penting bagi semua orang, khususnya wanita untuk menjaga hal-hal yang sangat sensitif. Sebagai wanita, pentingnya menjaga kesehatan adalah karena wanita adalah ujung tombak dari keseluruhan kesehatan keluarganya.

Salah satu permasalahan wanita adalah anyang-anyangan. Masalah kesehatan di bagain ureta yang berhubungan dengan lancarnya buang air kecil. Hasrat atau keinginan untuk buang air kecil sangat hebat, namun ternyata, setelah berada di toilet. Buang air kecilnya ternyata tidak lancar, merasa tidak tuntas dan disertai rasa nyeri dan perih.

Apakah di antara teman-teman ada yang pernah merasakan gelaja umum seperti di atas? apakah kalian mengetahui bahwa hal tersebut merupakan tanda-tanda anyang-anyangan. Apakah teman-teman mengenali penyebab anyang-anyangan?. Seorang teman pernah memberikan penjelasan bahwa aku menderita anyang-anyangan. Teman tersebut langsung menuduh aku, sering menahan buang air kecil. Sering menunda buang air kecil.

Iya sich, benar. Terkadang aku suka menahan buang air kecil. Berikut adalah beberapa alasannya;

  1. Sedang mengerjakan sebuah pekerjaan yang tidak dapat ditunda. Ternyata malah menunda hal yang wajib untuk dilakukan.
  2. Berada di luar rumah/ kantor dan mengetahui bahwa toilet yang ada tidak terjamin kebersihannya. Alasan inilah yang tersering menjadi alasan utama aku menahan buang air kecil.
  3. Berada di tengah perjalanan dan belum menemukan tempat yang ada toiletnya. 
Saat menahan buang air kecil, yang aku alami adalah rasa pusing yang melanda. Ada tekanan di perut bagian bawah. Tangan dan kaki berasa dingin serta tidak fokus untuk melakukan sesuatu. Sebetulnya kondisi hal ini harus dihindari. Tanda awal saja sudah membuat kondisi badan menjadi tidak nyaman kan. Apalagi dengan menahan terlalu sering dan berulang-ulang, akibatnya fatal.



Akupun mencari tahu di website Uri-Cran, sebetulnya secara medis hal-hal apa yang menjadi penyebab anyang-anyangan.

  1. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman diuretik, contohnya teh dan kopi. Kenyataannya aku sangat menyukai meminum teh manis.
  2. Wanita sedang hamil. Pada wanita hamil, anyang-anyangan terjadi karena janin yang sudah membesar akan menekan kantung kemih.
  3. Pada laki-laki akan disebabkan karena pembesaran prostat, 
  4. Infeksi saluran kemih. 
Anyang-anyangan dapat terjadi pada semua orang. Dari anak-anak, ibu hamil dan orang dewasa dapat terkena resiko mengalami anyang-anyangan. Wanita memiliki resiko menderita anyang-anyangan sepanjang hidupnya mencapai 50%.  Secara anatomi, jarak antara saluran kemih (ureta) ke saluran pembuangan air besar (BAB) lebih dekat, sehingga lebih rentan mengalami gangguan di seputar saluran kemih.

Perhatikan Hal-Hal Mengenai Buang Air Kecil di Toilet Umum , Hal yang tersering menjadi alasan untuk menahan buang air kecil.

Oleh sebab itu, para wanita sebaiknya memahami dengan benar cara membersihkan bagian kemaluannya sewaktu berkemih. Usahakan untuk membersihkan dari bagian depan saat buang air kecil. Hindari membilas dari arah belakang.
Air yang digunakan untuk membersihkan bagian kemaluan setelah buang air kecil dan besar, sebaiknya menggunakan air bersih. Apabila tidak terdapat air dan hanya ada tisuue. Usahakan menggunakan tissue kering, bukan tissue basah apalagi yang mengandung parfume.
Buang air kecil dan besar di toilet dan closet yang bersih. Apabila terpaksa menggunakan toilet umum yang tidak terjamin kebersihannya. Semprotkan pembersih closet atau bersihkan terlebih dahulu menggunakan air bersih dan lap menggunakan lap bersih dan kering.

Gunakan Air Bersih

Jadi, sebagai wanita yang selalu dituntut untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya. Sebaiknya selalu membawa peralatan di bawah ini;
  1. Tissue kering dan tissue basah
  2. Pembersih closet yang berbentuk spray
  3. Sabun cuci tangan
  4. lap kering
Melakukan traveling atau saat berada di tempat umum, peralatan tersebut wajib untuk dibawa. Untuk menghindari hal-hal yang membuat wanita harus menahan buang air kecil. Aku dan teman wanita semua, harus memahami dengan benar ya, bahwa menahan buang air kecil mampu menjadi penyebab anyang-anyangan.

Gelaja umum yang dapat terjadi pada penderita anyang-anyangan;

  1. Hasrat buang air kecil yang begitu hebat.
  2. Buang air kecil lebih sering tapi dengan  volume air  sedikit-sedikit.
  3. Nyeri pada panggul apabila terjadi pada wanita.
  4. Rasa perih ketika buang air kecil
  5. Urine berbau menyengat, kadang agak terlihat lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah
  6. Merasa lelah dan tidak enak badan
  7. Demam
Ketika Tubuh Terserang Demam
Apabila teman-teman menemukan gejala-gelaja tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Permasalahan kesehatan apabila ditangani lebih cepat, akan mengurangi resiko yang mengarah kepada terjadinya sesuatu yang fatal.

Prive Uri-Cran | Cranberry Extract


Buah Cranberry telah lama diteliti dan digunakan di Amerika, efektid mencegah infeksi saluran kemih. Buah Cranberry kaya akan Proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah penempelan bakteri Escherichia-Coli pada dinding saluran kemih.

80% penyebab infeksi saluran kemih adalah karena adanya bakteri E-Coli yang menempel pada dinding salurah kemih atau saluran kencing. Adanya bakteri ini bisa dari toilet atau closet yang tidak bersih. Air untuk membasuh setelah buang air kecil tidak bersih. Arah proses pembasuhan setelah BAB yang tidak benar. Sering menahan buang air kecil.

Cranberry (vacciniumOxycoccos) adalah kenis tanaman jenis berry yang termasuk tanaman semak atau tanaman yang biasanya tumbuh dengan liar. Tanaman cranberry memiliki kesamaan dengan blueberry, hanya saja cranberry berwarna merah tua.

Sayangnya, buah cranberry yang tergolong dalam tanaman semak pendek ini dapat ditemukan di bagian Amerika Utara dan Kanada. Konon, buah ini sudah diketahui khasiatnya sejak nenek moyang suku Indian kuno, sebagai obat luka terkena panah. Beberapa tahun ini, cranberry populer digunakan sebagai vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan dan sebagai antioksidan.

Cara kerja cranberry sebagai pencegah dan mengobati anyang-anyangan.


Proantocyanidin (PAC) dalam buah cranberry akan mencegah bakteri E-Coli menempel pada dinding sel epitel saluran kemih dan membuangnya bersama air kencing.

Buah cranberry dalam bentuk jus, diketahui efektif mencegah infeksi saluran kemih. Hal itu disebabkan karena buah cranberry memiliki antioksidan yang disebut proantocyanidin dan dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi ini.

Antioksidan ini juga dikenal memiliki sifat anti adhesi, yang membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi.

Kandungan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercitin yang terdapat pada buah cranberry terbukti ampuh melawan kanker secara in vitro, namun kurang diserap di dalam tubuh manusia dan cepat dieliminasi dalam darah.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya mengkonsumsi 2 gelas (@150 ml) jus cranberry per hari, selama kurang lebih 10 hari.

Uri-Cran Datang, Anyang-Anyangan hilang


Mencari buah cranberry untuk dibuat menjadi juice tidaklah mudah. Cranberry sulit dicari di pasaran. Sulitnya dicari, harga buah cranberry juga cukup mahal. Adapun buah cranberry dapat ditemukan, sangatlah tidak praktis karena harus dijus. Rasa buah cranberry agak pahit dan asam.

PT Combiphar telah memproduksi Prive Uri-Cran dari ekstrak buah cranberry. Prive Uri-Cran dapat mencegah infeksi saluran kemih. Ekstrak cranberry bekerja aktif menjaga kesehatan saluran kemih sekaligus membebaskan dari gangguan anyang-anyangan.



Prive Uri-Cran terdapat dalam dua sediaan. Prive Uri-Cran dan Prive Uri-Cran Plus.

  1. Prive Uri-Cran dengan komposisi 250 mg ekstrak cranberry dalam sediaan kapsul. Dosis 1-2 kapsul perhari. Isi per box 30 kapsul.
  2. Prive Uri-Cran Plus dengan komposisi 375 mg  ekstrak cranberry 60 mg, Vitamin C 0,1 m, lactobacillus achidopillus 0, 1 mg, bifidobacterium bifidum. Dalam bentuk sedian powder sachet. Dosis 1-2 sachet perhari. Isi dalam box 15 sachet.
Setelah mengenali penyebab anyang-anyangan, alasan mendasar terjadinya penyebab anyang-anyangan dapat terjadi. Sebaiknya sudah semestinya para wanita lebih menjaga lagi kesehatannya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik menahan pekerjaan dan menunda terlebih dahulu untuk buang air kecil, daripada menahan dan menunda buang air kecil.

Apabila terdapat gelaja-gelaja atau tanda-tanda anyang-anyangan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Konsumsi Prive Uri-Cran dalam sedian yang disukai oleh teman-teman. Apabila tidak suka rasa buah cranberry dalam bentuk ekstrak di Prive Uri-Cran Plus, bisa mencoba Prive Uri-Cran dalam sedian kapsul yang dapat langsung diminum menggunakan air putih.

Prive Uri-Cran dapat mudah ditemukan, ada di apotik-apotik  terdekat seperti Guardian, Watsons, Kimia Farma dan apotik lainnya. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati. Salam sehat.

Sunday, 11 June 2017

Kenangan Berlatih Membaca Al-Quran di Waktu Kecil

Assalamu'alaikum teman-teman semua.

Alhamdulillah, sudah memasuki hari ke-17 di bulan Ramadan. Alhamdulillah, aku dan keluargaku diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalani ibadah di bulan suci ini. Bulan di mana, umat muslim berlomba-lomba berbuat kebaikan dan menambah ibadahnya.

Salah satu ibadah yang banyak sekali dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadan adalah membaca Al-Qur'an. Al-Quran menjadi teman untuk menunggu waktu-waktu sholat atau menunggu waktu berbuka puasa. Intensitas membaca Al-Quran semakin ditingkatkan dalam bulan penuh ampunan ini.



Terus terang, aku bukan seorang ahli untuk menuliskan tentang Al-Quran. Jadi, aku ingin sharing kenangan berlatih membaca Al-Quran di waktu kecil. Kenangan yang tidak mungkin aku lupakan. Kenangan bersama teman-teman kecilku, berlarian menuju surau/ langgar/ saat ini dikenal dengan nama mushola. Kenangan berlatih Al-Quran ke rumah ustadz yang rumahnya jauh sekali. Iya, sama-sama dengan teman seumuran, aku berjalan kaki untuk berlatih membaca Al-Quran. Selain kenangan itu, ada kenangan bersama alm. Mbah Putri dan Mbah Kakung.

Berlarian Menuju Langgar, Berlatih Membaca Huruf Hijaiyah


Usia pra SD aku tinggal di sebuah kampung bernama Mertasinga. Di sinilah pertama kali aku mengenal huruf hijaiyah. Saat itu belum ada TPA, belum ada pelajaran mengaji  baik di TK maupun di SD. 

Kurang lebih kenangan itu terjadi di tahun 1986. Usiaku masih 4 tahun. Selain bapak dan ibu mengajariku mengenal huruf hijaiyah, yang nantinya menjadi bekal untuk membaca Al-Quran. Adzan Maghrib mengumandang, aku dan beberapa teman berlarian menuju langgar. Letaknya tidak begitu jauh dan juga tidak begitu dekat.

Kalau sekarang buku untuk mengenal huruf hijaiyah namanya IQRO atau UMMI. Lain dengan semasa aku kecil. Namanya Turutan. Unik ya namanya, tapi itulah namanya, dan jenis kertas yang digunakan pun berwarna agak kemerahan. Jadi kangen langgar yang biasa aku datangi. Sudah hampir 29 tahun aku meninggalkan kampung tersebut.

Berjalan Jauh Belajar IQRO di Taman Pendidikan Al-Quran


Berpindah tempat tinggal, bertemu dengan banyak teman. Aku tetap diberikan kesempatan untuk mengaji dan berlatih membaca Al-Quran. Masih satu kampung dengan tempat tinggal asal, tapi beda rumah. Aku mengaji di salah satu TPA yang berlokasi di salah satu mushola kampung. 

Jarak rumah dan TPA agak jauh. Lumayan jauh dan sebetulnya aku dan teman-teman membutuhkan sebuah sepeda. Tapi, jaman dahulu, berjalan kaki bersama-sama dengan jarak tempuh yang jauh, tidak begitu menjadi persoalan.

Usiaku sudah 10 tahun saat belajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran tersebut. Lagi-lagi aku bersama dengan teman-teman seumuran. Teman-teman sekolah kebanyakan. Setiap hari  sebelum sholat Ashar, aku berangkat mengaji di TPA tersebut. 

Alhamdulillah, perkembangan dunia pendidikan Al-Quran sudah semakin maju. Di situlah aku pertama kali belajar membaca Al-Quran setelah lulus IQRO sampai jilid 6. Rasanya aku bahagia sekali dapat membawa mushaf. Membelainya dan mengelus-elus halaman demi halaman. Teman-teman seusia denganku juga ramai-ramai berlatih membaca Al-Quran.

Ada satu kenangan yang lucu. Aku dan teman-teman saling (mengejek) dalam tanda kutip ya. Apabila guru ngaji di TPA tidak menaikan atau tidak menambahkan halaman Al-Quran yang dibaca pada saat berlatih membaca Al-Quran.

Ejekan positif sich, karena aku dan teman-teman saling terpacu untuk berlatih membaca Al-Quran tidak hanya di TPA, tapi di rumah aku selalu menyempatkan untuk berlatih bersama kakak dan adikku. Hehehee, kalau diinget-inget lucu juga ya, jaman kecil dulu.

Hampir Menangis...


Aku tidak dapat melanjutkan kalimat di atas. Entahlah, aku hanya ingin menuliskan kenangan berlatih membaca Al-Quran bersama alm Mbah Putri dan Mbah Kakungku. Usia SMP aku tinggal bersama mereka di daerah yang bernama Sokaraja, Banyumas.

Berlatih membaca Al-Quran memang harus dilakukan setiap hari. Diulang-ulang supaya mendapatkan bacaan yang benar sesuai dengan tanda baca atau harakat dan sesuai dengan maghraj atau suara yang dikeluarkan untuk setiap huruf hijaiyah.

Di rumah alm Mbah, aku tidak perlu keluar rumah untuk berlatih membaca Al-Quran. Alm Mbah sendiri, adalah seorang guru mengaji di lingkungan tempat tinggalnya. Setiap habis sholat isya, anak-anak yang tinggal di dekat rumah Mbak, selalu berdatangan. Mereka membawa turutan, membawa iqro dan membawa Al-Quran.

Aku sempat diberikan kesempatan untuk mengajar anak-anak yang masih membaca turutan dan iqro. Ya Allah, aku kembali teringat saat menuliskan ini. Mbak Putri dan Mbah Kakung menginginkan aku untuk menggantikan mereka. Mbak Putri menginginkan aku menjadi guru mengaji. Tapi apalah aku, yang mengajar anakku mengaji baru tahap membaca sesuai dengan harakat. 

Terkahir aku tinggal di rumah alm. Mbah, kenangan itu sungguh menyesakkan dadaku. Setiap selesai sholat. Alm. Mbak Kakung langsung menahanku untuk tetap tinggal di tempat sholat. Mbak Kakung mengeluarkan dus bekas untuk dijadikan meja. Kemudian beliau menempatkan Al-Quran di atasnya dengan terlebih dahulu mengalasi dengan kain sorbannya.

Dari  Alm. Mbak berdua, aku mampu membaca Al-Quran. Aku belajar maghraj, aku belajar cara melagukan dan aku baru sedikit membaca tulisan hijaiyah tanpa tanda baca. Setelah itu, aku memilih tinggal bersama bapak dan ibuku lagi. Seandainya aku masih tetap melanjutkan berlatih membaca Al-Quran, mungkin aku dapat lebih baik lagi membaca Al-Qurannya.

Ya Allah, aku kangen dengan kenangan di atas. Aku ingin anak-anakku juga punya kenangan yang manis sewaktu mereka berlatih membaca Al-Quran di waktu kecil. Supaya mereka tetap memiliki bekasan pelajaran yang sangat berharga. Bahwa Al-Quran bukan hanya sebagai media pembelajaran tapi sebagai pedoman hidup, sebagai teman dikala bahagia dan sedih. Teman yang setiap hari senantiasa dibaca.

Friday, 9 June 2017

Bagi-bagi THR dengan Wadah yang Menarik untuk Anak-anak

Istilah THR yang merupakan kependekan dari Tunjangan Hari Raya adalah hal pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha untuk pekerja menjelang hari raya keagamaan. Sudah hampir 3 tahun aku sudah tidak pernah mendapat amplop yang berisi keterangan telah ditransfer sejumlah uang sebagai uang THR. Huhuu, kasihanilah aku, lebaaay!

Tidak mendapatkan THR dari sebuah perusahan, bukan berarti aku tidak mendapatkan THR kan? hehee. Iyalah tahu, suamiku juga bukan seorang karyawan yang menerima THR. Aku tetap minta uang yang berbeda dari biasanya. Suamiku sich yang memberikan sejumlah uang dan berpesan ini uang THR untuk dibagi-bagikan kepada keponakan, kepada anak teman-teman dan kepada anak-anak yang datang ke rumah lebaran nanti. Asyiiiik, nanti pada datang ke rumah Faiz dan Fira yaaaa, heheee.



Pada umumnya, saat membagikan uang THR kepada anak-anak hanya memberikan uang secara langsung. Jadi, kalau mau kepo, bisa terlihat uang THR yang dibagikan kepada anak-anak jumlahnya ada berapa. Hehehee. Tapi semua itu tergantung kepercayaan dan pemikiran masing-masing yang memberikan.

Aku lebih suka melihat seseorang yang membagi-bagikan THR kepada anak-anak dalam wadah uang yang menarik. Pertama kali aku melihat adalah ibuku tercinta. Ibuku orangnya kreatif banget. Ada saja idenya untuk membuat wadah uang THR untuk dibagi-bagikan kepada cucu-cucunya dan para anak tetangga yang datang ke rumah beliau.

Ada beberapa bentuk wadah THR yang sudah dibuat ibuku. Sayangnya aku engak sempat mengambil gambarnya. Contohnya ada uang yang digulung-gulung sampai membentuk gulungan yang sangat kecil, seperti stik gitu. Setelah itu uang yang berbentuk gulungan itu, diikat menggunakan pita warna-warni. The simple like that. Kan ada beberapa tumpukan uang THR yang dibagikan enggak bakal terlihat jumlahnya.

Contoh lainnya, ibuku membuat wadah uang THR dengan menggunakan kain flanel yang dibentuk menjadi kepala hewan yang lucu. Kemudian ada bagian yang enggak dijahit, untuk memasukkan uang THR. Ich lucu banget. Tadi aku telepon ibuku, katanya sich masih ada wadah uang THR yang kain flanel, semoga masih ada. Nanti mau dikirim sama ibuku fotonya. Asyiiik, semoga masih ada ya, biar aku enggak harus membuat wadah THR.




Wadah uang THR paling simpel adalah bikinanku. Aku membuat wadah uang THR dalam bentuk amplop. Tapi amplop yang menggunakan kertas kado dengan gambar dan warna yang menarik. Tujuan supaya anak-anak yang menerima THR jadi lebih senang. Uang THR yang diberikan juga enggak bakalan terlihat orang lain. Kan, kalau kita memberi biarkan tangan yang lainnya juga tidak boleh melihat, apalagi orang lain. Betul begitu? 

Jadi, mau bikin wadah uang THR model apa tahun ini? belum punya ide dan belum nyari ide. Menyambut lebaran tahun ini aku pingin membuat cookie untuk membuktikan kalau aku ternyata bisa bikin kue kering bukan karena latah. Hehehee.

Selamat menjalankan ibadan puasa di bulan Ramadan ya, teman-teman. Jangan lupa bagi THR buat aku.

Salam
Astin